Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Gagal Cegah Kenaikan Harga BBM, Pengamat Sarankan Presiden Segera Copot Bahlil

Desain tanpa judul - 2026-04-20T081504.636
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi memicu amarah publik.

Direktur Eksekutif Survei dan Poling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menilai langkah Bahlil ini merupakan blunder besar berpotensi merusak reputasi Presiden Prabowo Subianto.

Igor secara tegas menyarankan agar Bahlil segera dicopot dari jabatannya atau digeser ke posisi lain.

Igor menekankan bahwa seorang menteri seharusnya meringankan beban kerja kepala negara, bukan justru menciptakan kegaduhan lewat aturan mencekik rakyat.

“Bahlil layak diganti. Alih-alih membantu Presiden, dia malah terus-menerus membuat kebijakan kontroversial,” tegas Igor dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Senin (20/04/2026).

Ia menilai langkah menaikkan harga BBM secara drastis saat ini merupakan tindakan tidak peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Rekam Jejak Kontroversial Jadi Sorotan

Kritik terhadap Bahlil tidak hanya berdasar pada kenaikan harga BBM terbaru. Igor juga menyoroti rentetan dosa masa lalu Bahlil di sektor energi, termasuk pembatasan distribusi Elpiji 3 kilogram sempat menyulitkan pedagang kecil.

Selain itu, catatan merah mengenai masalah tambang nikel di Papua Barat Daya turut memperkuat alasan perlunya evaluasi total terhadap performa sang menteri.

Menurut Igor, rekam jejak Bahlil kini sudah masuk kategori “lampu merah” bagi kredibilitas kabinet.

Jika Presiden membiarkan tindakan ini, sentimen negatif masyarakat terhadap pemerintah akan terus meningkat.

Keberadaan menteri penuh kontroversi dinilai hanya akan menghambat visi besar pembangunan Indonesia Maju yang Presiden canangkan.

Rincian Lonjakan Harga BBM Nonsubsidi

Sebagai informasi, per 18 April 2026, harga sejumlah BBM nonsubsidi resmi melambung tinggi.

Di wilayah Pulau Jawa, Pertamina Dex mengalami kenaikan paling ekstrem menjadi Rp23.900 per liter, melonjak jauh dari harga lama Rp14.500 per liter.

Angka kenaikan fantastis ini menjadi pemicu utama munculnya mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Bahlil di Kementerian ESDM.

Selain itu, Pertamax Turbo juga naik menjadi Rp19.400 per liter, meningkat dari posisi sebelumnya Rp13.100. Kenaikan mendadak ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Desakan publik agar Presiden melakukan reshuffle kabinet kini semakin menguat seiring membengkaknya biaya hidup rakyat akibat lonjakan harga energi tersebut.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store