Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Panduan Memilih Jurnal Ilmiah Nasional yang Tepat: Dari ISSN hingga SINTA

jhgfdsasrtyuytr
Ilustrasi: Rizky Fiqran Pratama / AI-Generated (ChatGPT).

Editor:

Kabar Baru, Jakarta – Setiap tahun, ribuan dosen, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti Indonesia menghadapi pertanyaan yang sama: jurnal mana yang tepat untuk menerbitkan artikel saya?

Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya tidak selalu mudah. Banyak yang terjebak memilih jurnal hanya berdasarkan kecepatan proses, biaya murah, atau rekomendasi teman — tanpa memahami perbedaan antara ISSN, indeksasi, dan akreditasi. Padahal, ketiga hal ini memiliki makna yang sangat berbeda dan berdampak langsung pada nilai akademik sebuah publikasi.

ISSN: Identitas, Bukan Jaminan Mutu

Banyak peneliti pemula mengira bahwa jurnal yang sudah memiliki ISSN otomatis adalah jurnal yang bermutu. Ini adalah kesalahpahaman yang perlu diluruskan. ISSN atau International Standard Serial Number adalah nomor identitas resmi untuk terbitan berkala, yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional RI. Fungsinya mirip dengan nomor KTP: membuktikan bahwa terbitan tersebut terdaftar secara resmi, bukan membuktikan bahwa isinya berkualitas.

Statistik ISSN Perpustakaan Nasional RI mencatat bahwa bidang Pendidikan menjadi kategori terbesar, mencakup 15,88 persen atau sekitar 7.529 terbitan dari total dasar 47.418 terbitan yang tercatat. Angka ini menunjukkan betapa besarnya jumlah terbitan berkala di Indonesia — tetapi tidak semua memiliki standar mutu akademik yang terverifikasi.  Cara paling mudah untuk mengecek validitas ISSN sebuah jurnal adalah dengan mengunjungi laman resmi Perpustakaan Nasional RI di issn.perpusnas.go.id. Masukkan nama jurnal atau nomor ISSN yang tercantum di website jurnal, lalu cocokkan dengan data resmi yang tersimpan di sistem Perpusnas.

Picture2dfghhs
Gambar. Website Resmi ISSN Perpusnas

GARUDA: Visibilitas Nasional, Bukan Akreditasi

Setelah ISSN, banyak peneliti beranggapan bahwa jurnal yang sudah masuk GARUDA sudah pasti aman dan bermutu. Ini pun perlu diluruskan.

GARUDA atau Garba Rujukan Digital adalah portal indeksasi dan penelusuran publikasi ilmiah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Per Mei 2026, GARUDA mencatat lebih dari 5,22 juta artikel, 29.376 jurnal, 5.161 penerbit, dan 412 konferensi. Angka yang sangat besar.

Masuk dalam GARUDA berarti artikel dapat ditemukan secara nasional. Ini penting untuk keterbacaan dan sitasi. Namun, GARUDA bukan sistem akreditasi. Jurnal bisa masuk GARUDA tanpa harus melewati proses penilaian mutu editorial.

Picture334566543
Gambar. Pencarian Jurnal di Garuda

Untuk mengecek apakah sebuah jurnal sudah terindeks GARUDA, kunjungi garuda.kemdiktisaintek.go.id, pilih menu Journals, lalu masukkan nama jurnal di kolom pencarian.

SINTA: Standar Akreditasi Nasional yang Sesungguhnya

Inilah sistem yang paling penting dipahami oleh setiap peneliti Indonesia. SINTA atau Science and Technology Index adalah sistem pemeringkatan dan akreditasi jurnal ilmiah yang dikelola Kemdiktisaintek. Per Mei 2026, SINTA mencatat 15.456 jurnal terakreditasi dari 1.915 penerbit, dengan 331.407 penulis terdaftar dari 5.543 institusi di seluruh Indonesia.

Jurnal dalam SINTA dibagi menjadi enam peringkat, dari SINTA 1 sebagai yang tertinggi hingga SINTA 6. Data per Mei 2026 menunjukkan bahwa 267 jurnal berada di SINTA 1, 1.513 jurnal di SINTA 2, 2.834 jurnal di SINTA 3, 5.240 jurnal di SINTA 4, 5.340 jurnal di SINTA 5, dan 261 jurnal di SINTA 6.

Ada satu fakta yang sering luput dari perhatian: sebanyak 10.580 jurnal atau 68,45 persen dari seluruh jurnal SINTA berada pada peringkat SINTA 4 dan SINTA 5. Ini bukan angka kecil. Ini adalah mayoritas mutlak — tulang punggung ekosistem jurnal nasional yang menopang ratusan ribu dosen, mahasiswa, dan peneliti Indonesia setiap tahunnya.

Untuk mengecek status SINTA sebuah jurnal, kunjungi sinta.kemdiktisaintek.go.id, pilih menu Journals, masukkan nama jurnal, lalu perhatikan peringkat aktif dan masa berlaku akreditasinya.

Picture4sdfgfdsd
Gambar. Pencarian Jurnal di SINTA

Memilih Jurnal Sesuai Kebutuhan

Setelah memahami perbedaan ISSN, GARUDA, dan SINTA, langkah berikutnya adalah memilih jurnal yang sesuai dengan profil dan kebutuhan.

Untuk mahasiswa S1 dan peserta KKN, jurnal pada level SINTA 5 atau SINTA 4 adalah pilihan yang realistis dan bermartabat. Biaya APC umumnya berkisar antara Rp150.000 hingga Rp500.000. Beberapa jurnal yang bisa menjadi pilihan antara lain LANCAH: Jurnal Inovasi dan Tren (multidisiplin, APC Rp150.000–Rp300.000), International Journal Education and Computer Studies atau IJECS (untuk bidang pendidikan dan komputer), serta Journal Innovations Computer Science atau JICS (untuk bidang ilmu komputer). Ketiganya sudah memiliki status SINTA aktif dan dapat diakses melalui OJS masing-masing.

Untuk mahasiswa S2 dan S3, jurnal pada level SINTA 3 atau SINTA 4 lebih disarankan, terutama jika program studi mensyaratkan publikasi sebagai syarat kelulusan. Beberapa pilihan yang relevan antara lain International Journal of Management Science and Information Technology (IJMSIT) yang terakreditasi SINTA 3 sampai 2029 dan populer di kalangan penulis ASEAN, serta International Journal Software Engineering and Computer Science (IJSECS) yang terakreditasi SINTA 3 sampai 2030 dengan penulis dari berbagai negara termasuk Amerika, Finlandia, Malaysia, Iran, dan India. Untuk bidang ekonomi dan manajemen, Indonesian Journal Economic Review (IJER) yang terakreditasi SINTA 4 sampai 2030 dan JEMSI: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi yang terakreditasi SINTA 4 sampai 2028 bisa menjadi pilihan.

Untuk dosen muda, jurnal SINTA 4 adalah titik awal yang strategis untuk memenuhi kebutuhan PAK dan BKD. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Teknologi atau EMT KITA yang telah menerbitkan artikel selama lebih dari 11 tahun dan terakreditasi SINTA 4 sampai 2029 adalah salah satu pilihan yang sudah terbukti konsisten. Jurnal JTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terakreditasi SINTA 4 sampai 2027 juga relevan bagi dosen di bidang komunikasi dan media digital.

Untuk luaran hibah pengabdian masyarakat, pastikan memilih jurnal yang fokusnya memang pada pengabdian masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) dan AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang terakreditasi SINTA 4.

Apa yang Harus Dibaca Sebelum Submit?

Banyak artikel ditolak bukan karena isinya buruk, tetapi karena penulis tidak membaca informasi jurnal dengan teliti. Ada tujuh halaman penting di setiap website jurnal yang wajib dibaca sebelum mengirimkan artikel.

Pertama, halaman Aims & Scope atau Fokus dan Ruang Lingkup. Ini adalah halaman paling penting. Pastikan topik artikel Anda benar-benar sesuai dengan fokus jurnal. Mengirim artikel manajemen ke jurnal yang berfokus pada software engineering adalah kesalahan yang sangat umum dan langsung berakhir dengan penolakan tanpa review.

Kedua, halaman Editorial Board atau Dewan Redaksi. Jurnal yang baik memiliki dewan redaksi yang jelas, lengkap dengan nama, afiliasi institusi, dan bidang keahlian. Coba telusuri nama editor di Google Scholar atau di profil SINTA. Jika nama editor tidak bisa ditemukan di mana pun, ini bisa menjadi tanda peringatan.

Ketiga, halaman Author Guidelines atau Panduan Penulis. Unduh template artikel yang disediakan dan ikuti format dengan tepat. Perhatikan gaya sitasi yang digunakan — apakah APA, IEEE, Vancouver, atau gaya lainnya. Mengabaikan panduan penulis adalah alasan penolakan yang paling mudah dihindari.

Keempat, halaman Indexing atau Indeksasi. Periksa daftar database yang memuat jurnal tersebut. Jurnal yang baik biasanya terindeks di SINTA, GARUDA, dan Crossref sebagai minimum. Banyak jurnal nasional yang sudah memiliki indeksasi tambahan seperti Index Copernicus, CORE, ROAD, Semantic Scholar, Scilit, Scite, dan Connected Papers — yang berarti artikel Anda akan lebih mudah ditemukan dan disitasi.

Kelima, halaman Peer Review Process. Pastikan jurnal menggunakan proses review yang jelas. Jurnal bereputasi umumnya menggunakan double-blind peer review, di mana identitas penulis dan reviewer saling dirahasiakan. Perhatikan juga estimasi waktu review yang dicantumkan.

Keenam, halaman Publication Ethics atau Etika Publikasi. Jurnal yang baik memiliki kebijakan etika publikasi yang mengacu pada standar internasional seperti COPE (Committee on Publication Ethics). Ini menunjukkan bahwa jurnal tersebut serius dalam menjaga integritas ilmiah.

Ketujuh, halaman Contact atau Kontak Redaksi. Pastikan ada kontak yang jelas dan dapat dihubungi. Jurnal yang baik memiliki email redaksi yang aktif dan responsif.

Cara Submit: Langkah Demi Langkah

Hampir semua jurnal nasional Indonesia menggunakan sistem OJS atau Open Journal Systems. Prosesnya relatif seragam di semua jurnal yang menggunakan platform ini.

Mulailah dengan membuat akun di website jurnal yang dituju. Klik menu Register atau Daftar, isi data diri termasuk nama lengkap, email aktif, institusi, dan bidang keahlian, lalu verifikasi melalui email yang dikirimkan sistem.

Setelah login, cari tombol New Submission atau Submit Article. Ikuti langkah-langkah yang ditampilkan sistem: pilih seksi atau rubrik yang sesuai, upload file naskah dalam format yang diminta (biasanya .docx tanpa identitas penulis untuk proses double-blind review), isi metadata artikel termasuk judul, abstrak, kata kunci, nama penulis, afiliasi, dan email korespondensi, lalu konfirmasi submission.

Sistem akan mengirimkan email konfirmasi beserta nomor submission. Simpan nomor ini dan pantau status artikel secara berkala melalui akun Anda. Jika dalam empat hingga delapan minggu belum ada kabar, Anda bisa mengirim email tindak lanjut yang sopan kepada redaksi.

Lima Hal Wajib Dicek Sebelum Submit

Sebelum menekan tombol Submit, pastikan lima hal berikut sudah diverifikasi.

Pertama, cek status SINTA jurnal di sinta.kemdiktisaintek.go.id dan pastikan peringkat masih aktif serta belum kedaluwarsa. Kedua, cek validitas ISSN di issn.perpusnas.go.id dan cocokkan dengan nomor yang tercantum di website jurnal. Ketiga, cek konsistensi penerbitan — jurnal yang baik terbit sesuai jadwal yang tercantum, misalnya dua kali setahun atau empat kali setahun. Keempat, cek proses peer review yang jelas dan transparan. Kelima, cek informasi APC yang dicantumkan secara terbuka — jurnal yang tidak transparan soal biaya patut diwaspadai.

Penutup

Memilih jurnal bukan sekadar mencari tempat menerbitkan artikel. Ini adalah keputusan akademik yang berdampak langsung pada nilai PAK, BKD, kelulusan studi, dan reputasi keilmuan jangka panjang.

Jurnal yang baik bukan selalu yang paling terkenal atau paling mahal. Jurnal yang baik adalah jurnal yang sesuai dengan bidang keilmuan Anda, dikelola dengan standar editorial yang jelas, memiliki proses peer review yang transparan, dan memiliki status akreditasi yang aktif dan terverifikasi.

Dengan memahami perbedaan antara ISSN, GARUDA, dan SINTA, serta mengetahui cara membaca informasi jurnal secara mandiri, setiap peneliti Indonesia dapat membuat pilihan yang lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih bermartabat.

Sumber: SINTA Kemdiktisaintek (Mei 2026), GARUDA Kemdiktisaintek (Mei 2026), Statistik ISSN Perpustakaan Nasional RI, ARJUNA Kemdiktisaintek.

Penulis : Rizky Fiqran Pratama, SE., M.B.A., Editor Board Indonesian Business: Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Teknologi Digital

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store