Kuliah Tamu Perdana, UTM Perkuat Fondasi Riset Doktor Akuntansi

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Bangkalan – Universitas Trunojoyo Madura kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis riset. Melalui Program Studi Ilmu Akuntansi Program Doktor (PSIA-PD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), kampus ini menggelar kuliah tamu perdana bertajuk Arah Pendidikan Riset Doktor Akuntansi, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Graha Utama UTM lantai 5 itu menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. I Wayan Suartana, Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi Universitas Udayana. Forum ini diikuti oleh dosen serta mahasiswa doktoral akuntansi sebagai bagian dari penguatan fondasi akademik sejak awal masa studi.
Ketua Jurusan Akuntansi FEB UTM, Achdiar Redy Setiawan, menegaskan bahwa kuliah tamu ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pijakan awal dalam membangun arah riset mahasiswa S3.
“Hari ini kami memberikan pondasi kuat bagi mahasiswa doktor agar memiliki arah akademik yang jelas sejak awal,” ujarnya.
Ia menambahkan, PSIA-PD UTM mengusung pendekatan multiperspektif yang dipadukan dengan kearifan lokal. Pendekatan ini diyakini mampu melahirkan riset akuntansi yang tidak hanya kuat secara teoritik, tetapi juga relevan dengan konteks sosial dan budaya.
Dengan dukungan tiga guru besar dan 21 doktor pada 2026, Jurusan Akuntansi FEB UTM optimistis mampu menjadi pusat pengembangan ilmu akuntansi yang berdaya saing global tanpa meninggalkan akar lokal.
Koordinator PSIA-PD, Prof. Dr. Tarjo, menekankan bahwa program doktor dirancang dengan standar akademik ketat. Mahasiswa didorong tidak hanya menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga menghasilkan riset yang berdampak nyata.
“Mahasiswa doktor adalah partner dosen dalam penelitian. Kolaborasi ini harus menghasilkan kontribusi ilmiah bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. I Wayan Suartana menyoroti pentingnya ketahanan diri sebagai kunci sukses studi doktoral. Ia menekankan bahwa aspek mental, fisik, emosional, dan sosial harus berjalan seimbang.
“Determinasi kuat dan kecakapan digital menjadi syarat utama. Mahasiswa juga harus mampu mengakses referensi ilmiah dan data penelitian secara optimal,” jelasnya.
Kuliah tamu perdana ini menjadi langkah awal UTM dalam membangun ekosistem riset doktoral yang holistik—menggabungkan kekuatan akademik, teknologi, serta nilai-nilai lokal—guna mencetak lulusan doktor akuntansi yang adaptif, kompetitif, dan berdampak luas.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

