Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

22 Rumah Rusak Diterjang Banjir, Warga Bualo Masih Menanti Bantuan

20260608_123208

Jurnalis:

Kabar Baru, Gorontalo – Sebanyak 22 rumah warga di Desa Bualo, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo utara, mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada 26 Mei 2026. Hingga saat ini, warga terdampak masih menunggu kepastian bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah yang rusak akibat bencana tersebut.

Kepala Desa Bualo, Harton Saleh, mengatakan bahwa desanya menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah yang dihuni masyarakat.

“Di Desa Bualo ada sekitar 22 rumah yang terdampak. Sebagian di antaranya mengalami kerusakan akibat banjir,” ujar Harton saat diwawancarai.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini masih melakukan proses pendataan dan pengkajian terhadap tingkat kerusakan yang dialami warga. Pemerintah desa telah menyerahkan seluruh data rumah terdampak kepada pemerintah kabupaten sebagai dasar dalam menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan.

“Pemerintah sudah meminta data dari pemerintah desa. Sekarang kami masih menunggu tindak lanjut dan kebijakan dari pemerintah daerah terkait bantuan yang akan diberikan kepada warga,” katanya.

Harton menjelaskan bahwa hingga kini belum ada kepastian mengenai bentuk bantuan yang akan disalurkan. Pemerintah masih mempertimbangkan berbagai opsi, mulai dari pembangunan rumah baru bagi warga yang mengalami kerusakan berat hingga bantuan perbaikan bagi rumah yang masih dapat dihuni.

“Kami masih menunggu keputusan dari Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, dan organisasi perangkat daerah terkait mengenai langkah selanjutnya,” tambahnya.

Selain Desa Bualo, banjir juga melanda sejumlah desa lain di Kecamatan Biau, yakni Desa Didingga, Omuto, Biawu, dan Luhuto. Dari lima desa yang terdampak, Desa Bualo dan Desa Didingga tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah.

Di Desa Didingga, beberapa warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat masih mengungsi di rumah keluarga maupun kerabat. Sebagian warga yang tinggal di kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) bahkan terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka karena kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya aman untuk dihuni.

Meski banjir telah surut sejak sehari setelah kejadian, masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan pascabencana. Kerusakan rumah, tumpukan lumpur, serta kebutuhan pemulihan lingkungan menjadi tantangan yang harus segera ditangani agar aktivitas warga dapat kembali normal.

Sementara itu, bantuan kemanusiaan terus mengalir dari berbagai pihak. Mahasiswa dari Universitas Negeri Gorontalo turut menyalurkan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, alat tulis, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya kepada masyarakat terdampak.

Pemerintah desa berharap proses penanganan pascabencana dapat segera direalisasikan sehingga warga yang kehilangan tempat tinggal maupun yang rumahnya mengalami kerusakan dapat memperoleh bantuan dan kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala.***

Penulis: Yuni Hasan

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store