Peta Kekuatan Mulai Terbaca, Kosgoro 57 Belum Buka Kartu di Musda Golkar Purwakarta

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, suhu politik internal mulai meningkat. Sejumlah nama kandidat calon ketua bermunculan dan menjadi bahan perbincangan, baik di kalangan kader maupun masyarakat.
Menyikapi dinamika tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Kabupaten Purwakarta, Yogie Mochamad, menyatakan pihaknya belum mengambil sikap politik secara terbuka. Ia menegaskan, Kosgoro saat ini memilih untuk mencermati perkembangan yang ada sebelum menentukan langkah strategis.
Pernyataan itu disampaikan Yogie usai memimpin Rapat Pengurus DPK Kosgoro 1957 di sekretariat organisasi di Jalan R.E. Martadinata, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, sikap “wait and see” merupakan hasil kesepakatan bersama dalam forum pengurus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dalam membaca peta politik menjelang Musda, termasuk terkait peluang dirinya untuk maju dalam kontestasi Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta.
“Kami masih mencermati dinamika yang berkembang. Namun yang paling utama adalah menjaga soliditas dan keharmonisan antar kader. Dengan kebersamaan, kerja politik ke depan akan lebih efektif dan mampu meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Yogie.
Ia mengingatkan, tantangan Partai Golkar ke depan tidak ringan. Dengan perolehan sembilan kursi legislatif saat ini, dibutuhkan strategi yang terukur serta kekompakan organisasi untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian pada Pemilu Legislatif mendatang.
Selain itu, Yogie juga menyoroti pentingnya pembaruan dalam sistem kepengurusan. Ia menilai, organisasi harus lebih adaptif dengan memberikan ruang yang lebih luas bagi kader muda, sekaligus mengoptimalkan fungsi struktur hingga tingkat bawah.
“Kepengurusan ke depan harus lebih inklusif terhadap generasi muda. Struktur organisasi dari kecamatan hingga desa perlu dihidupkan kembali agar benar-benar menjadi mesin partai yang bekerja efektif di lapangan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengisian struktur kepengurusan harus didasarkan pada kapasitas dan integritas, bukan sekadar pertimbangan kedekatan.
Dalam kesempatan itu, Yogie menegaskan bahwa rapat pengurus yang digelar tidak semata membahas isu suksesi kepemimpinan. Rapat tersebut mengangkat tema besar “Menjaga Marwah dan Nilai-nilai Partai Golkar” sebagai fokus utama konsolidasi organisasi.
Bagi Kosgoro 1957, forum tersebut memiliki makna strategis sebagai ruang evaluasi dan perumusan arah kebijakan. Hal ini tidak terlepas dari posisi Kosgoro sebagai salah satu Kelompok Induk Organisasi (KINO) yang memiliki peran historis dalam pendirian Partai Golkar.
“Rapat ini menjadi momentum untuk memperkuat kaderisasi, mematangkan program kerja, serta menyelaraskan arah kebijakan organisasi dengan agenda politik partai ke depan,” jelasnya.
Selain memperkuat soliditas internal, rapat juga menjadi bagian dari persiapan menuju Rapat Kerja Daerah (Rakerda) serta tahapan politik berikutnya.
Kosgoro 1957, lanjut Yogie, berkomitmen untuk terus mengawal eksistensi Partai Golkar agar tetap menjadi kekuatan politik utama dan pilihan masyarakat pada kontestasi politik mendatang. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

