UIN Sunan Kalijaga Kukuhkan 3.031 Guru Profesional Demi Pemerataan Pendidikan Nasional

Jurnalis: Fauzan Abrori
Kabar Baru, Yogyakarta – Upaya mengikis jurang pemisah kualitas pendidikan antarwilayah kembali mendapat angin segar. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga resmi mengukuhkan 3.031 pendidik dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai Guru Profesional dalam upacara khidmat yang digelar secara hibrida di Yogyakarta, Sabtu (30/5). Langkah ini dinilai strategis dalam mewujudkan pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh penjuru negeri.
Kehadiran para guru yang mayoritas berasal dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung agenda prioritas nasional terkait pemerataan akses pendidikan bermutu. Para peserta tersebut merupakan bagian dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch IV Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh LPTK Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga, Prof. Sigit Purnama, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa sebaran asal peserta pengukuhan periode ini menjadi yang paling luas selama ini. Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan di daerah tidak boleh dianaktirikan hanya karena persoalan geografis.
“Guru profesional yang dikukuhkan hari ini bukan hanya mereka yang mengajar di gedung-gedung bertingkat di ibu kota. Sebagian besar dari mereka besok akan kembali ke daerah-daerah di Sumatra, pulau-pulau kecil di Sulawesi, hingga Papua. Tugas mereka sama: memastikan anak-anak di sana mendapatkan hak pendidikan dengan standar kualitas tertinggi yang sama dengan anak-anak di kota besar,” tegas Prof. Sigit.
Senada dengan hal itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, Ph.D., menyatakan bahwa pemerintah menaruh harapan besar pada lulusan angkatan ini. Menurutnya, pemenuhan guru bersertifikat di daerah adalah kunci utama untuk menaikkan rapor pendidikan nasional di tingkat global.
“Kita tidak bisa bicara tentang Indonesia Emas jika kualitas guru antarwilayah masih timpang. Oleh karena itu, para guru yang dikukuhkan hari ini harus mengingat tiga tugas utamanya, yaitu melatih peserta didik agar berpikir logis, kreatif, dan kritis; mengajari mereka cara mengomunikasikan ide kepada orang lain, baik secara lisan maupun tulisan; serta menanamkan integritas dan karakter mulia,” ujar Prof. Noorhaidi.
Acara yang berlangsung penuh khidmat ini sekaligus memperlihatkan keberagaman Nusantara. Data fakultas menunjukkan, 60 persen dari total peserta yang dikukuhkan kali ini merupakan guru-guru yang bertugas di luar Pulau Jawa.
Pahrurrozi, seorang guru dari wilayah Kotaraja-Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan testimoninya yang berisikan “Kami belajar bahwa menjadi guru profesional itu bukan hanya soal gelar, tetapi soal dedikasi untuk terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Sertifikat pendidik ini adalah amanah berat bagi kami di daerah. Kami pulang tidak membawa kemewahan, tetapi membawa tanggung jawab untuk membuktikan bahwa anak-anak di NTB juga bisa bersaing secara global karena dididik oleh guru yang diakui negara kemampuannya,” tutur Pahrurrozi.
Rangkaian upacara pengukuhan ini kemudian ditutup secara sakral dengan pembacaan Ikrar Guru Indonesia oleh seluruh peserta. Gemuruh pembacaan janji tersebut sekaligus menegaskan komitmen total para pendidik profesional baru untuk bertindak sebagai benteng ideologi Pancasila dan motor penggerak kecerdasan bangsa yang senantiasa menjunjung tinggi kode etik profesi di mana pun mereka mengabdi.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

