Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Studi Cornell University: Warga Indonesia Paling Banyak Mengonsumsi Mikroplastik di Dunia

Desain tanpa judul - 2026-06-28T165040.884
Ilustrasi Mikroplastik yang menyebar lewat botol minuman (Foto: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Sebuah studi terbaru dari peneliti Cornell University mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai pencemaran lingkungan.

Negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Indonesia, dan Filipina, menempati posisi teratas sebagai konsumen mikroplastik terbesar di antara 109 negara yang diteliti.

Dari daftar tersebut, masyarakat Indonesia berada di urutan pertama dengan perkiraan konsumsi mencapai 15 gram mikroplastik per bulan, atau setara dengan berat tiga buah kartu kredit.

Melansir laporan Straits Times, mayoritas partikel plastik yang masuk ke dalam tubuh manusia berasal dari sumber air, terutama melalui konsumsi ikan dan makanan laut.

Menggunakan model data historis, para peneliti menemukan bahwa konsumsi harian mikroplastik masyarakat Indonesia melonjak hingga 59 kali lipat sepanjang periode tahun 1990 hingga 2018.

Mikroplastik sendiri merupakan serat, fragmen, atau butiran plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang tercipta dari proses penguraian produk plastik atau pelepasan bahan tekstil sintetis.

Selain itu, tumpahan yang tidak disengaja serta pengelolaan yang buruk terhadap pelet plastik—bahan baku industri plastik—turut memperparah pencemaran lingkungan di berbagai wilayah.

Pesatnya konsumsi plastik di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Malaysia sayangnya tidak sejalan dengan sistem pengelolaan limbah yang memadai.

Peneliti mencatat bahwa kondisi ini menyebabkan lebih dari 30.000 ton sampah plastik gagal terkelola dengan baik setiap tahunnya. Akibatnya, sampah dari tempat pembuangan terbuka kerap terbawa air hujan menuju badan air terdekat.

Limbah plastik di perairan ini kemudian tertelan oleh fitoplankton dan zooplankton yang menjadi makanan utama bagi ikan serta hewan laut lainnya.

Siklus inilah yang membuat masyarakat secara tidak langsung mengonsumsi plastik saat mereka menyantap hidangan laut.

Selain melalui makanan, mikroplastik ternyata juga dapat masuk ke tubuh manusia lewat saluran pernapasan.

Studi yang rilis dalam jurnal Environmental Science & Technology tersebut mencatat bahwa penduduk Tiongkok dan Mongolia menjadi penghirup mikroplastik tertinggi di dunia, dengan angka mencapai lebih dari 2,8 juta partikel per bulan.

Mikroplastik di udara ini umumnya berbentuk debu yang berasal dari gesekan bahan plastik, seperti ban kendaraan atau pelepasan serat pakaian sintetis saat proses produksi, pencucian, maupun pemakaian.

Profesor teknik sistem energi di Cornell University sekaligus salah satu penulis studi, Fengqi You, menjelaskan fenomena global ini.

Menurutnya, industrialisasi yang masif di negara-negara berkembang, terutama di kawasan Asia Timur dan Selatan, telah memicu lonjakan konsumsi bahan plastik.

Dampak lanjutannya adalah peningkatan volume sampah yang berujung pada tingginya penyerapan mikroplastik oleh tubuh manusia.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store