Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Inisiasi Gerakan Langkah Untuk Bumi, Indofood Hadirkan Sistem Pilah Sampah di Semasa Piknik

Desain tanpa judul - 2026-07-09T092050.369
Para penyelenggara dan sponsor saat membuka Festival Semasa Piknik 2026 (Foto: Naomi).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Ribuan pengunjung memadati Lapangan Banteng, Jakarta, selama tiga hari penyelenggaraan festival Semasa Piknik 2026.

Selain menyuguhkan suasana piknik yang seru, produk UMKM, dan beragam kuliner, festival berskala besar ini juga sukses menghadapi tantangan klasik yang kerap melanda setiap event besar, yaitu penumpukan sampah.

Pihak Semasa sengaja memanfaatkan momentum festival ini sebagai sarana edukasi pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Co-Founder Semasa, Gunawan Lo, mengakui bahwa persoalan sampah hampir selalu muncul dalam setiap penyelenggaraan acara.

Oleh karena itu, ia menggandeng berbagai pihak agar sampah festival tidak sekadar diangkut, melainkan dikelola hingga memiliki nilai kembali.

“Ketika event berlangsung, sampah memang menjadi sebuah masalah. Kerja sama ini sangat membantu kami, terutama dari sisi edukasi, mulai dari cara memilah sampah hingga proses daur ulangnya,” ujar Gunawan dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Kamis (09/07/2026).

Membangun Kebiasaan Baru

Kolaborasi hijau ini melibatkan Indofood melalui Rumah Indofood sebagai mitra utama, serta Rekosistem selaku penyedia layanan pengelolaan sampah.

Bagi Indofood, aksi nyata di Semasa Piknik merupakan bagian dari program keberlanjutan bernama Langkah Untuk Bumi. Program ini mencakup edukasi pengelolaan sampah, pengumpulan, hingga aksi penanaman pohon.

Head of Consumer Engagement Marketing PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Fierman Authar, menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat membutuhkan proses dan tidak terjadi secara instan.

Pihaknya berkomitmen untuk memastikan sampah festival benar-benar terkelola dengan baik agar tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Senada dengan hal itu, Head of Corporate Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Andrew Hallatu, menyebut festival sebagai ruang yang sangat efektif untuk memperkenalkan kebiasaan baru.

Hal ini karena festival mampu menjangkau banyak orang dalam waktu yang singkat.

“Keberlanjutan adalah perjalanan yang kita bangun bersama. Kami berharap kolaborasi ini menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk memulai langkah sederhana dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab,” kata Andrew.

Target Reduksi Sampah

Dalam pelaksanaannya, Rekosistem menempatkan 13 titik tempat sampah terpilah di berbagai area festival. Sebanyak delapan petugas edukasi atau Recommentor juga bersiaga untuk mengarahkan pengunjung membuang sampah sesuai kategori.

Chief Operating Officer Rekosistem, Joshua Valentino, menjelaskan bahwa kesuksesan pengelolaan ini bertumpu pada keputusan kecil pengunjung saat membuang sampah.

“Kami menyediakan waste bin yang memudahkan pengunjung memilah sampah menjadi dua kategori saja, yaitu sampah mudah membusuk dan sampah yang dapat didaur ulang,” jelas Joshua.

Seluruh sampah yang terkumpul kemudian menuju Waste Hub Rekosistem untuk dipilah ulang dan didata komposisinya.

Selama tiga hari festival, Rekosistem memperkirakan volume sampah mencapai 700 kilogram hingga 1,5 ton, dengan target reduksi ke TPA mencapai lebih dari 70 persen.

Kesalahan Kecil yang Merusak

Joshua mengungkapkan tantangan terbesar dalam proses ini adalah perilaku mencampur sampah daur ulang dengan material residu seperti tisu bekas, popok, atau masker.

Ketika material bersih tercampur dengan tisu bekas, para pendaur ulang akan mengategorikannya sebagai residu yang tidak bisa diolah lagi.

Untuk itu, ia menyarankan masyarakat menerapkan cara mudah ini di rumah. Pengunjung cukup memisahkan sampah organik dan anorganik.

Untuk kemasan plastik atau botol yang agak kotor, warga hanya perlu membilasnya sedikit sebelum mengumpulkannya secara terpisah.

Meskipun inovasi daur ulang terus berkembang untuk material kompleks seperti plastik multilayer (MLP), Joshua menekankan pentingnya ketersediaan infrastruktur.

Perubahan perilaku masyarakat akan jauh lebih mudah terwujud jika fasilitas pembuangan sampah terpilah, seperti waste station atau bank sampah, tersedia dekat dengan pemukiman mereka.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store