PPG UIN Sunan Kalijaga Dorong Alumni Jadi Guru Profesional dan Sejahtera

Jurnalis: Fauzan Abrori
Kabar Baru, Yogyakarta, 13 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) LPTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Guru Profesional, Terlindungi, dan Sejahtera: Strategi Optimalisasi Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi Alumni PPG” pada Senin (13/7/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 355 alumni PPG Batch 4 Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya penguatan literasi perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi guru profesional.
Acara dibuka dan dipandu oleh Sekretaris Program Studi PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Bapak Muhamad Iskhak, M.Pd., yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Dalam kata pengantarnya, beliau menyampaikan bahwa seminar ini menjadi wadah bagi para alumni untuk memperoleh informasi komprehensif mengenai pentingnya perlindungan ketenagakerjaan sebagai bagian dari profesionalisme guru.
Selanjutnya, Ketua Program Studi PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini, M.Pd.I., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Program Pendidikan Profesi Guru tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi pedagogik, tetapi juga membekali guru dengan pemahaman mengenai hak, perlindungan, dan kesejahteraan sebagai tenaga profesional.
“Guru profesional tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, pedagogik, sosial, dan kepribadian, tetapi juga perlu memiliki literasi mengenai perlindungan ketenagakerjaan. Perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bentuk kepastian perlindungan negara terhadap risiko yang mungkin dihadapi guru dalam menjalankan tugas profesionalnya,” ungkap Dr. Rohmatun.
Beliau juga menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Program Studi PPG FITK UIN Sunan Kalijaga dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan program pendampingan dan afirmasi bagi alumni PPG. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung terwujudnya guru Indonesia yang profesional, terlindungi, dan sejahtera.
Materi seminar disampaikan oleh Bapak Muhamad Qowim, M.Pd., yang memaparkan strategi optimalisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru, khususnya alumni PPG. Dalam paparannya dijelaskan bahwa perlindungan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dalam mendukung profesionalisme guru, mengingat guru memiliki berbagai risiko pekerjaan yang memerlukan jaminan perlindungan sosial.
Narasumber menjelaskan bahwa guru dapat memperoleh perlindungan melalui dua skema kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Pekerja Penerima Upah (PPU) bagi guru yang didaftarkan oleh instansi tempat bekerja, serta Bukan Penerima Upah (BPU) bagi guru yang belum memperoleh perlindungan dari pemberi kerja maupun yang memiliki profesi tambahan. Guru ASN maupun non-ASN tetap memiliki kesempatan memperoleh perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain memberikan pemahaman mengenai manfaat program, narasumber juga memperkenalkan langkah-langkah pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan melalui sistem PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia). Peserta memperoleh panduan teknis mulai dari proses registrasi, pengisian data, verifikasi identitas, pemilihan program perlindungan, hingga mekanisme pembayaran iuran secara digital.
Dalam sesi materi juga disampaikan bahwa Program Studi PPG FITK UIN Sunan Kalijaga telah menginisiasi affirmative action dengan membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi alumni PPG B4 tahun 2025 selama dua bulan sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan sosial guru. Inisiatif tersebut juga diwujudkan melalui penguatan literasi, survei kesadaran ketenagakerjaan, serta dorongan kepada alumni PPG untuk menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sehingga dapat bekerja dengan lebih aman dan sejahtera.
Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan diajukan terkait status kepesertaan guru ASN, guru honorer, guru tetap yayasan, mekanisme pendaftaran mandiri, besaran iuran, hingga manfaat yang diperoleh apabila terjadi risiko kecelakaan kerja maupun jaminan kematian.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, Program Studi PPG FITK UIN Sunan Kalijaga berharap seluruh alumni semakin memahami pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari profesionalisme guru. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan BPJS Ketenagakerjaan guna mewujudkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan guru yang kompeten, tetapi juga guru yang memperoleh perlindungan dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Dengan mengusung tema “Guru Profesional, Terlindungi, dan Sejahtera”, seminar ini menjadi bukti komitmen Program Studi PPG FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mendampingi alumni tidak hanya selama proses pendidikan profesi, tetapi juga dalam memasuki dunia kerja sebagai pendidik profesional yang terlindungi oleh sistem jaminan sosial ketenagakerjaan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
