Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

MPLS Jadi Benteng Awal, Dinsos P3A Purwakarta Perkuat Edukasi Anti Bullying dan NAPZA

IMG_20260714_184532
MPLS di SMPN Satu Atap Cilingga menjadi momentum membangun budaya sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas kekerasan.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Purwakarta memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai momentum membangun karakter peserta didik baru melalui edukasi pencegahan perundungan (bullying), kekerasan terhadap anak, dan bahaya penyalahgunaan NAPZA.

Kegiatan yang digelar di SMP Negeri Satu Atap Cilingga, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Selasa (14/7/2026), tersebut bertujuan membekali para siswa dengan pengetahuan dan kesadaran sejak dini agar mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta ramah anak.

Dalam sosialisasi tersebut, para peserta didik mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, faktor penyebab, dampak psikologis maupun sosial yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Materi juga mencakup upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, pengenalan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta pentingnya keberanian untuk melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

Selain itu, Dinsos P3A turut memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, mulai dari faktor risiko, dampak terhadap kesehatan fisik dan mental, hingga pentingnya membangun ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif.

Perwakilan Dinsos P3A Kabupaten Purwakarta, Dandi Prima Kusumah, SH, mengatakan bahwa pendidikan karakter dan upaya pencegahan harus dimulai sejak peserta didik memasuki lingkungan sekolah. Menurutnya, edukasi merupakan langkah paling efektif untuk membangun kesadaran sekaligus melindungi anak dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.

“Pencegahan harus dimulai dari edukasi. Kami berharap para siswa memahami hak dan kewajibannya, mampu menghargai sesama, menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak,” ujar Dandi.

Ia menambahkan, setiap anak memiliki hak untuk memperoleh rasa aman selama berada di lingkungan pendidikan. Karena itu, seluruh warga sekolah, mulai dari guru, orang tua, hingga peserta didik, harus memiliki komitmen yang sama dalam menciptakan budaya sekolah yang saling menghormati, peduli, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Menurut Dandi, keberanian untuk melapor apabila menjadi korban maupun mengetahui adanya tindakan perundungan dan kekerasan juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan anak di sekolah.

Melalui kegiatan edukasi dalam rangkaian MPLS ini, Dinsos P3A Kabupaten Purwakarta berharap peserta didik baru mampu mengenal budaya sekolah yang positif sejak hari pertama, membangun karakter yang berakhlak dan bertanggung jawab, serta menjadi generasi yang berani menolak perundungan, kekerasan, dan penyalahgunaan NAPZA demi terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak.***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store