Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Riffa Faii Bagikan 5 Trik Percaya Diri Membuat Konten Review Bagi Pemula

WhatsApp Image 2026-07-15 at 11.40.10
Kreator Riffa Faii Bagikan 5 Trik agar Percaya Diri di Depan Kamera saat Membuat Konten Review Bagi Pemula.

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Tampil percaya diri di depan kamera menjadi tantangan bagi banyak kreator konten, terutama mereka yang baru memulai perjalanan di media sosial. Rasa gugup, takut salah berbicara, hingga khawatir mendapat komentar negatif sering kali menjadi alasan seseorang menunda membuat konten. Padahal, kemampuan berbicara di depan kamera merupakan keterampilan yang dapat dilatih secara bertahap.

Beauty creator Jumiatul Nur Arifah, yang lebih dikenal dengan nama panggung Riffa Faii, memahami betul tantangan tersebut. Kreator asal Simpang Tiga yang lahir pada 3 Maret 2000 ini kini dikenal melalui konten beauty, review skincare, dance, dan vlog keseharian. Berkat konsistensinya, akun TikTok @jumiatul_nurarifah telah memiliki sekitar 4,8 juta followers, sementara akun Instagram @rffafaii_ diikuti lebih dari 1 juta pengikut.

Berbekal pengalaman bertahun-tahun sebagai content creator, Riffa membagikan lima trik sederhana yang menurutnya efektif membantu seseorang tampil lebih percaya diri saat membuat konten review.

“Semua kreator pasti pernah merasa gugup di depan kamera, termasuk saya. Percaya diri bukan sesuatu yang langsung dimiliki, tetapi dibangun melalui latihan dan keberanian untuk terus mencoba,” ujar Riffa Faii.

Berikut lima trik yang dibagikan Riffa.

1. Ubah Pola Pikir, Anggap Kamera sebagai Teman Mengobrol

Menurut Riffa, kesalahan terbesar yang sering dilakukan kreator pemula adalah menganggap kamera sebagai sesuatu yang menakutkan. Akibatnya, mereka berbicara dengan nada kaku, terlalu formal, bahkan terlihat seperti sedang menghafal naskah.

Ia menyarankan agar kamera diposisikan layaknya teman dekat yang sedang diajak berbincang santai. Dengan cara tersebut, ekspresi wajah akan terlihat lebih natural, intonasi suara menjadi lebih hangat, dan penyampaian informasi terasa lebih mudah dipahami penonton.

Riffa juga menyarankan agar tidak terlalu membayangkan jutaan orang yang akan menonton video tersebut. Sebaliknya, fokuslah seolah-olah sedang menjelaskan produk kepada satu orang yang benar-benar membutuhkan informasi.

“Kalau kita merasa sedang ngobrol dengan teman, biasanya cara bicara akan lebih lepas dan tidak terasa dibuat-buat. Penonton juga lebih nyaman melihatnya,” jelasnya.

2. Kuasai Produk yang Akan Direview agar Tidak Gugup Saat Berbicara

Rasa gugup sering muncul karena kreator belum memahami apa yang ingin disampaikan. Menurut Riffa, sebelum menekan tombol rekam, luangkan waktu untuk mengenal produk secara menyeluruh.

Pelajari manfaat produk, kandungan utamanya, cara penggunaan, siapa yang cocok menggunakannya, hingga pengalaman pribadi setelah mencoba produk tersebut. Bila perlu, buat poin-poin penting agar alur pembicaraan tetap terarah tanpa harus membaca naskah secara penuh.

Dengan memahami materi, kreator akan lebih percaya diri karena tidak takut lupa atau salah menjelaskan informasi. Selain itu, penonton juga akan merasakan bahwa review yang disampaikan benar-benar berasal dari pengalaman, bukan sekadar membaca informasi pada kemasan.

“Kalau kita benar-benar memahami produknya, cara bicara akan mengalir dengan sendirinya. Rasa percaya diri juga ikut meningkat,” kata Riffa.

3. Jangan Mengejar Kesempurnaan, Fokus pada Proses Belajar

Menurut Riffa, banyak orang gagal memulai karena ingin video pertamanya langsung terlihat sempurna. Padahal, hampir semua kreator besar juga pernah mengalami salah bicara, lupa kalimat, atau harus mengulang rekaman berkali-kali.

Ia mengingatkan bahwa konten yang dilihat publik merupakan hasil proses editing. Penonton tidak melihat berapa kali seorang kreator mengulang pengambilan gambar sebelum mendapatkan hasil terbaik.

Karena itu, jangan malu jika harus melakukan beberapa kali take. Jadikan setiap kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Semakin sering berlatih, kemampuan berbicara di depan kamera akan berkembang secara alami.

“Jangan takut salah. Saya juga sering mengulang rekaman kalau belum puas. Yang penting bukan langsung sempurna, tetapi terus berkembang dari setiap konten yang dibuat,” ujarnya.

4. Bangun Karakter yang Sesuai dengan Kepribadian Sendiri

Riffa menilai salah satu penyebab seseorang kehilangan rasa percaya diri adalah terlalu sibuk meniru gaya kreator lain. Padahal, setiap orang memiliki karakter yang berbeda dan justru itulah yang membuat penonton tertarik.

Ia menyarankan agar kreator menemukan gaya berbicara yang paling nyaman, apakah lebih santai, humoris, energik, atau informatif. Tidak perlu memaksakan diri mengikuti cara penyampaian orang lain jika memang tidak sesuai dengan kepribadian.

Menurutnya, audiens saat ini lebih menyukai kreator yang tampil apa adanya karena terasa lebih dekat dan mudah dipercaya.

“Kalau kita menjadi diri sendiri, kita tidak akan capek berpura-pura. Justru karakter asli yang membuat orang terus mengingat konten kita,” ungkapnya.

5. Konsisten Berlatih karena Percaya Diri Tidak Datang dalam Semalam

Bagi Riffa, tidak ada rahasia instan untuk menjadi percaya diri di depan kamera. Semua berawal dari kebiasaan untuk terus mencoba, mengevaluasi diri, lalu memperbaiki kualitas konten dari waktu ke waktu.

Ia menyarankan kreator pemula untuk rutin membuat video, meski tidak semuanya diunggah. Rekam diri sendiri, tonton kembali hasilnya, lalu perhatikan bagian yang masih perlu diperbaiki, seperti kontak mata, ekspresi wajah, intonasi suara, maupun cara menyampaikan informasi.

Semakin sering seseorang berlatih, semakin terbiasa pula ia berbicara di depan kamera. Lambat laun, rasa gugup akan tergantikan oleh rasa percaya diri karena sudah memiliki pengalaman yang cukup.

“Jangan menunggu percaya diri baru mulai membuat konten. Justru rasa percaya diri akan datang setelah kita berani memulai dan terus konsisten berlatih. Semua kreator sukses pernah berada di posisi sebagai pemula,” tutup Riffa Faii.

Melalui pengalamannya membangun karier sebagai beauty creator dengan jutaan pengikut di media sosial, Riffa Faii berharap semakin banyak anak muda berani menunjukkan potensi yang mereka miliki. Menurutnya, kamera bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sarana untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi kepada lebih banyak orang. Konsistensi, keberanian untuk terus belajar, serta kemauan menjadi diri sendiri menjadi fondasi utama untuk membangun kepercayaan diri sekaligus berkembang sebagai kreator konten di era digital.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store