Jemaah Haji Bangkalan Kelaparan hingga Siang, Sejumlah Lansia Dilaporkan Lemas

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Arab Saudi – Kondisi jemaah haji asal Kabupaten Bangkalan yang tergabung dalam Kloter 72 menjadi sorotan setelah dilaporkan belum menerima jatah makan sejak pagi hingga siang hari, Rabu (27/5/2026) waktu Arab Saudi. Situasi tersebut terjadi usai para jemaah melaksanakan rangkaian ibadah lontar Jumrah Aqabah.
Informasi tersebut disampaikan oleh Petugas Haji Daerah (PHD) Kloter 72 asal Bangkalan, Aliman Harish. Ia menyebut keterlambatan distribusi konsumsi mulai berdampak pada kondisi fisik sejumlah jemaah, terutama mereka yang telah menjalani aktivitas ibadah dengan intensitas tinggi di tengah cuaca panas.
Menurut Aliman, hingga pukul 15.00 waktu Arab Saudi, para jemaah masih belum menerima makanan. Sejak pagi, sebagian besar jemaah hanya mengandalkan air minum untuk bertahan setelah menyelesaikan prosesi lontar jumrah.
“Jemaah sudah mulai banyak yang lemas karena belum makan dari pagi. Sementara sejak selesai lontar Jumrah Aqabah, mereka hanya mengisi tenaga dengan air es. Kondisi ini tentu cukup mengkhawatirkan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki riwayat kesehatan tertentu,” ujar Aliman.
Ia menambahkan, tenaga kesehatan dan perawat yang mendampingi kloter kini mulai berkeliling memeriksa kondisi jemaah satu per satu untuk memastikan tidak terjadi gangguan kesehatan yang lebih serius akibat keterlambatan konsumsi.
“Bapak-bapak perawat mulai keliling memeriksa jemaah satu per satu. Kami berusaha memastikan kondisi mereka tetap stabil sambil menunggu distribusi makanan datang,” katanya.
Aliman menegaskan bahwa kebutuhan konsumsi merupakan bagian vital dalam penyelenggaraan ibadah haji, terlebih setelah jemaah menjalani rangkaian ibadah yang menguras energi. Karena itu, ia berharap persoalan distribusi makanan dapat segera ditangani dan tidak kembali terulang pada tahapan ibadah berikutnya.
“Kami memahami bahwa penyelenggaraan haji melibatkan jutaan jemaah dan tantangan teknis yang tidak sederhana. Namun kebutuhan dasar seperti konsumsi harus menjadi prioritas utama karena menyangkut kesehatan dan keselamatan jemaah,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar penyelenggara haji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi logistik agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan lebih baik.
“Harapan kami, penyelenggara haji bisa segera melakukan percepatan distribusi serta evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Jemaah datang untuk beribadah dengan khusyuk, sehingga pelayanan dasar seperti makan dan kesehatan semestinya terjamin dengan baik,” pungkas Aliman.
Keterlambatan distribusi konsumsi di tengah padatnya rangkaian ibadah haji menjadi perhatian serius, mengingat kondisi fisik jemaah sangat menentukan kelancaran pelaksanaan ibadah, khususnya bagi jemaah lansia dan kelompok rentan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

