Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan, PT SSM Restocking 5.500 Benih Ikan di Sungai Bawak

Jurnalis: Moh Nasir
kabarbaru, Rokan Hulu – PT Surya Sawit Mandiri (SSM) kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan melakukan aksi tebar benih ikan (restocking) di aliran Sungai Bawak, Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu. Sebanyak 5.500 ekor benih ikan air tawar dilepas langsung ke alam sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap ekosistem perairan yang menjadi urat nadi kehidupan warga sekitar. Jumat (5/6/2026).
Mill Manager PT SSM, Mauli Ritonga, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk menjaga keseimbangan alam di sekitar wilayah operasional.
“Kami ingin keberadaan perusahaan tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga mampu menjaga dan merawat lingkungan. Melalui pemulihan ekosistem di Sungai Bawak ini, kami berharap kelestarian air tawar tetap terjaga dan populasi ikan lokal dapat terus berkembang,” ujar Mauli Ritonga.
Rincian Benih Ikan yang Dilepas
Untuk memastikan keberhasilan program pelestarian ini, pihak manajemen perusahaan membagi ribuan benih ikan air tawar tersebut ke dalam tiga jenis komoditas utama yang disesuaikan dengan habitat Sungai Bawak: Ikan Nila: 2.000 ekor, Ikan Patin: 2.000 ekor, Ikan Lele: 1.500 ekor.
Pemilihan ketiga jenis ikan ini dinilai sangat tepat untuk mengembalikan keseimbangan rantai makanan sekaligus memperkaya keanekaragaman hayati perairan lokal.
Langkah strategis yang diambil PT SSM ini membawa sejumlah manfaat penting bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, di antaranya Memulihkan Ekosistem: Kehadiran benih baru akan menambah populasi ikan secara cepat sehingga rantai makanan di Sungai Bawak tetap seimbang dan sehat.
Dalam beberapa bulan ke depan, ikan-ikan ini dapat menjadi sumber tangkapan bernilai ekonomis tinggi bagi para nelayan tradisional di Desa Koto Tandun.
Menjaga Keanekaragaman Hayati: Restocking memastikan variasi jenis ikan lokal tetap lestari dan tidak terganggu oleh aktivitas di sekitar area perkebunan maupun pemukiman.
Pihak manajemen PT SSM bersama aparatur Pemerintah Desa Koto Tandun mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi area sungai. Warga dilarang keras melakukan aktivitas penangkapan ikan ilegal yang dapat merusak lingkungan, seperti menggunakan racun potas, tuba, maupun setrum listrik. Pengawasan ketat ini bertujuan agar ribuan benih ikan tersebut dapat tumbuh besar secara maksimal sebelum akhirnya bisa dipanen dan dinikmati oleh masyarakat luas.(Rahmad)
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
