Capaian Imunisasi Puskesmas Lima Ilir Meningkat, Kejar Target Nasional Berkelanjutan

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Palembang – Puskesmas Lima Ilir, Kota Palembang, mencatat perkembangan positif dalam pelaksanaan program Imunisasi Dasar Lengkap (PD3I) selama periode 2023 hingga September 2025. Berdasarkan hasil evaluasi, capaian imunisasi menunjukkan peningkatan signifikan pada 2024 sebelum mengalami fluktuasi sementara pada 2025 yang masih berlangsung dalam proses pendataan.
Laporan yang disusun Ayu Febri Wulanda, Dr. Esti Sri Ananingsih, Putri Zahra Aprilia, Miftahhul Jannah, Neina Messy Agustin, dan Soraya Esfandiary mengungkapkan bahwa evaluasi dilakukan menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan bulanan dan tahunan Puskesmas Lima Ilir serta telah melalui proses validasi oleh Dinas Kesehatan Kota Palembang.
Analisis difokuskan pada capaian berbagai jenis imunisasi dasar, meliputi Hb0, BCG, Polio, DPT, PCV, IPV, Rotavirus, dan MR. Seluruh capaian dibandingkan dengan target nasional minimal 93–95 persen sebagai indikator keberhasilan program imunisasi dasar di tingkat pelayanan kesehatan.
Pada 2023, sebagian besar antigen telah mencapai target nasional. Namun, beberapa jenis imunisasi seperti Hb0, IPV2, PCV3, dan Rotavirus3 masih berada di bawah target akibat keterlambatan pelaporan bayi baru lahir serta keterbatasan stok vaksin pada periode tersebut.
Perbaikan signifikan terjadi pada 2024. Hampir seluruh antigen berhasil memenuhi bahkan melampaui target nasional. Imunisasi BCG, Polio, DPT, IPV, MR, hingga PCV1 dan PCV2 berhasil mencapai angka 100 persen, sementara PCV3 mencatat capaian 96,4 persen. Kondisi tersebut didukung oleh stabilnya ketersediaan vaksin, meningkatnya partisipasi masyarakat, serta pelaksanaan sweeping imunisasi secara rutin.
Keberhasilan pada 2024 menjadikan tahun tersebut sebagai periode dengan capaian imunisasi terbaik selama tiga tahun terakhir. Selain koordinasi yang semakin baik antara petugas kesehatan dan kader posyandu, keterlibatan masyarakat juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelengkapan imunisasi anak usia 0–18 bulan.
Memasuki Januari hingga September 2025, capaian imunisasi kembali mengalami fluktuasi. Sebagian besar antigen masih berada pada kisaran 50 hingga 75 persen sehingga belum mencapai target nasional. Meski demikian, kondisi tersebut belum mencerminkan capaian akhir tahun karena proses pendataan masih berlangsung.
Data sementara menunjukkan antigen DPT dan MR menjadi kelompok dengan capaian tertinggi, yakni sekitar 75 persen. Sebaliknya, PCV2 menjadi antigen dengan capaian terendah sebesar 41,6 persen, disusul PCV3 sebesar 35,3 persen sehingga menjadi fokus evaluasi pada sisa pelaksanaan program tahun ini.
Tim penyusun mencatat beberapa faktor yang memengaruhi fluktuasi capaian tersebut, di antaranya keterlambatan pelaporan dari sejumlah posyandu, keterbatasan stok vaksin pada pertengahan tahun, serta menurunnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti imunisasi rutin.
Selain faktor teknis, keberhasilan program imunisasi juga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan kesadaran orang tua, dukungan tenaga kesehatan, akses terhadap layanan kesehatan, serta ketersediaan logistik vaksin. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai tetap menjadi bagian penting dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.
Sebagai upaya peningkatan capaian, Puskesmas Lima Ilir terus mengoptimalkan kegiatan sweeping imunisasi, pelayanan rutin melalui sembilan posyandu aktif, serta pemantauan berbasis data agar setiap anak yang belum menerima imunisasi lengkap dapat segera dijangkau.
Evaluasi juga menunjukkan bahwa rata-rata capaian imunisasi pada 2024 mencapai 98,7 persen atau melampaui target nasional. Meski capaian hingga September 2025 baru mencapai rata-rata 66,7 persen, hasil tersebut masih bersifat sementara dan diperkirakan meningkat setelah pelaksanaan imunisasi susulan pada triwulan IV.
Melalui evaluasi berkala, penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi kepada masyarakat, serta menjaga ketersediaan vaksin, Puskesmas Lima Ilir diharapkan mampu mempertahankan capaian positif yang diraih pada 2024 sekaligus mengejar target imunisasi nasional hingga akhir 2025 sebagai bagian dari upaya melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
