Mahasiswa Universitas BSI Gelar Edukasi HAM untuk Cegah Bullying di SDN Hurip Jaya 01

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Bekasi – Sebanyak sembilan mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) telah sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SDN Hurip Jaya 01, Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 29 April 2026 ini mengangkat tema “Peran Edukasi Hak Asasi Manusia dalam Membentuk Karakter Anti-Bullying pada Siswa Sekolah Dasar”.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya fenomena bullying atau perundungan di lingkungan sekolah dasar, seperti mengejek, memberikan julukan negatif, hingga pengucilan. Perilaku yang sering kali dianggap sebagai candaan biasa ini nyatanya dapat memberikan dampak psikologis yang merugikan bagi korban, termasuk menurunnya rasa percaya diri, kecemasan, hingga terganggunya proses belajar.
Diketuai oleh Linggar Pramudia Adi dan di bawah bimbingan dosen Liana Setiawati, M.H., tim mahasiswa UBSI merancang program ini dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi:
- Pemberian materi yang mudah dipahami mengenai pengertian Hak Asasi Manusia (HAM), jenis-jenis bullying, serta cara mencegah dan mengatasinya.
- Penyelenggaraan sesi diskusi dan tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan aktif para siswa.
- Pelaksanaan games sederhana berhadiah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.
“Hak Asasi Manusia mengajarkan bahwa setiap anak berhak dihargai, dilindungi, dan diperlakukan dengan baik. Karena itu, bullying bukanlah candaan, melainkan tindakan yang dapat melukai perasaan dan merampas hak orang lain,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam kampanye edukasi tersebut.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi para murid SDN Hurip Jaya 01 dalam membangun karakter anti-bullying. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang HAM, siswa didorong untuk memiliki sikap empati, saling menghargai, serta memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan perilaku perundungan. Pada akhirnya, kolaborasi edukatif ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh peserta didik.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
