Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Buka Dies Natalis ke 25, UTM Ukir Sejarah Baru Launching Fakultas Kedokteran Pertama di Madura

IMG_6842
Rektor UTM Prof. Dr. Safi' menerima petikan Surat Keputusan (SK) pendirian Fakultas Kedokteran.

Jurnalis:

Kabar Baru, Bangkalan – Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Pulau Madura dengan meluncurkan Fakultas Kedokteran pertama di Madura. Peluncuran tersebut berlangsung bersamaan dengan pembukaan Dies Natalis ke-25 UTM di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Jumat (12/6/2026).

Mengusung tema “Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata”, momentum bersejarah ini menjadi bukti komitmen UTM dalam memperluas akses pendidikan tinggi di bidang kesehatan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Madura.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Med. Setiawan, serta Prof. Dr. dr. Sukadiono.

Rektor Universitas Trunodjoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, menyampaikan bahwa kehadiran Fakultas Kedokteran merupakan hadiah istimewa bagi kampus yang genap berusia 25 tahun. Menurutnya, proses pendirian fakultas tersebut membutuhkan perjuangan panjang dan tidak semudah pembukaan program studi lainnya.

“Pendirian Fakultas Kedokteran berbeda dengan program studi lain karena berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan dan nyawa manusia. Sejak tahun 2023 kami berjuang memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga pendampingan dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya,” ujarnya.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Sekretaris Jenderal Dikti menandatangani Surat Keputusan pendirian Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Profesi Dokter UTM pada 2 Juni 2026. Sejak 8 Juni lalu, UTM juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru angkatan pertama.

Untuk menjaga kualitas pendidikan, UTM membatasi jumlah mahasiswa baru Fakultas Kedokteran sebanyak 50 orang pada angkatan perdana.

“Kami sengaja membatasi kuota agar mutu akademik tetap terjaga dan proses pembelajaran berjalan optimal,” kata Prof. Safi’.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama pendirian Fakultas Kedokteran adalah membantu memenuhi kebutuhan tenaga dokter di Madura yang hingga kini masih belum ideal dibanding jumlah penduduk.

Karena itu, UTM juga meluncurkan program kemitraan dengan pemerintah daerah di empat kabupaten di Madura. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran.

“Salah satu tujuan didirikannya Fakultas Kedokteran ini adalah untuk membantu memenuhi rasio dokter dan masyarakat di Madura. Kami berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan program kemitraan ini untuk mendukung putra-putri terbaik daerahnya,” jelasnya.

Prof. Safi’ juga mengajak masyarakat agar tidak mengurungkan niat menjadi dokter hanya karena persoalan biaya. Menurutnya, jalur seleksi nasional tetap memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi.

“Jangan takut karena biaya. Jika memiliki cita-cita menjadi dokter, persiapkan diri dengan baik. Kondisi ekonomi jangan menjadi penghalang untuk meraih masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, memberikan apresiasi atas keberhasilan UTM menghadirkan Fakultas Kedokteran pertama di Madura. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global.

“Mutu adalah nyawa pendidikan. Dokter lulusan UTM harus produktif, unggul, memiliki daya saing internasional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Madura,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Trunojoyo Madura (IKA UTM) sekaligus Anggota DPR RI Dapil XI Madura, Slamet Ariyadi, menegaskan komitmen alumni untuk mendukung pengembangan Fakultas Kedokteran dan kemajuan UTM.

“Semua alumni UTM harus men-support penuh keberadaan Fakultas Kedokteran. Ini bukan hanya sejarah baru bagi UTM, tetapi juga sejarah baru bagi masyarakat Madura,” kata Slamet.

Menurutnya, IKA UTM akan terus berkontribusi dalam memperkuat kualitas pendidikan, memperluas jejaring, serta membuka akses beasiswa bagi mahasiswa, khususnya dari kalangan kurang mampu.

“Kami ingin alumni menjadi bagian dari solusi dan kemajuan UTM. Semakin maju kampus ini, semakin besar kontribusinya bagi pembangunan Madura,” tandasnya.

Hadirnya Fakultas Kedokteran pertama di Pulau Madura menjadi tonggak penting dalam perjalanan UTM sebagai kampus unggul, tangguh, dan mandiri. Fakultas ini diharapkan tidak hanya mencetak dokter-dokter berkualitas, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Madura di masa depan.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store