Mahasiswa UBSI Tanamkan Kepedulian Sosial Lewat Aksi Berbagi

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Bekasi – Peran mahasiswa sebagai agen perubahan kembali diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sekelompok mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Panti Yauma, Pondok Gede, Kota Bekasi, dengan membawa semangat gotong royong, empati, dan kepedulian sosial bagi anak-anak yatim serta dhuafa.
Kegiatan yang mengusung tema “Implementasi Nilai Gotong Royong dan Kepedulian Sosial Mahasiswa Melalui Kegiatan Berbagi di Panti Asuhan dan Dhuafa” ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan material, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi, edukasi, dan pendampingan sosial yang dirancang untuk memperkuat karakter serta membangun semangat kebersamaan.
Program tersebut dipimpin oleh Muhammad Ilham F bersama enam mahasiswa Program Studi Informatika UBSI. Seluruh anggota tim terlibat mulai dari tahap perencanaan, koordinasi dengan pihak panti, penggalangan dana, pengadaan kebutuhan kegiatan, hingga pelaksanaan langsung di lapangan.
Pemilihan Panti Yauma sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil observasi dan komunikasi awal, panti yang berlokasi di kawasan Jaticempaka, Pondok Gede, masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar serta pembinaan sosial anak-anak asuh. Selain keterbatasan bantuan material, anak-anak panti juga membutuhkan dukungan berupa motivasi, interaksi sosial, dan pengalaman belajar yang dapat membantu perkembangan karakter mereka.
Tim mahasiswa kemudian merancang program yang menggabungkan unsur bantuan sosial dan kegiatan edukatif. Menurut ketua pelaksana, semangat gotong royong perlu dihadirkan dalam tindakan nyata, bukan hanya dipelajari sebagai konsep akademik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa gotong royong tidak berhenti sebagai teori, tetapi menjadi tindakan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Muhammad Ilham F.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi perkenalan dan ice breaking yang bertujuan membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan anak-anak panti. Suasana hangat dan penuh antusias terlihat sejak awal kegiatan ketika peserta diajak bermain, berinteraksi, dan saling mengenal dalam suasana yang santai.
Setelah suasana semakin cair, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai nilai gotong royong, empati, kepedulian sosial, serta pentingnya saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh peserta dari berbagai usia. Pendekatan interaktif dipilih agar anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mereka.
Selain sesi edukasi, mahasiswa juga menghadirkan permainan edukatif yang bertujuan melatih kerja sama, komunikasi, serta rasa percaya diri anak-anak panti. Aktivitas tersebut mendapat respons positif karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan sosial antar peserta.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, tim PKM turut menyerahkan bantuan sembako kepada pihak panti. Bantuan tersebut meliputi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan, air mineral, dan perlengkapan pendukung lainnya yang diharapkan dapat membantu kebutuhan operasional sehari-hari.
Proses penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama kegiatan berlangsung. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bahwa kepedulian sosial tidak selalu diwujudkan melalui bantuan finansial, tetapi juga lewat kehadiran, perhatian, dan interaksi yang memberikan semangat kepada orang lain.
Pihak Panti Yauma menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan mahasiswa UBSI. Menurut pengelola panti, kegiatan seperti ini memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar bantuan kebutuhan pokok. Interaksi langsung dengan mahasiswa dinilai mampu menambah wawasan, meningkatkan rasa percaya diri anak-anak, serta membuka pandangan mereka terhadap dunia pendidikan tinggi.
Program ini juga menjadi bentuk implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pencari ilmu, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi atas tantangan sosial di lingkungan sekitar.
Ke depan, tim pelaksana berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui program berkelanjutan, seperti pendampingan sosial, motivasi belajar, pembinaan karakter, hingga pelatihan keterampilan bagi anak-anak panti. Harapannya, manfaat yang dihasilkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat menjadi langkah awal terciptanya kolaborasi sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
