Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Bela Prabowo, Dasco Sebut Kunjungan Luar Negeri Presiden Sesuai Kebutuhan Geopolitik

Desain tanpa judul - 2026-06-08T080149.732
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat hadiri acara Partai Gerindra (Foto: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, angkat bicara mengenai kritik terhadap tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Politikus senior Partai Gerindra tersebut menilai bahwa membatasi frekuensi perjalanan Presiden tidak relevan dengan kebutuhan geopolitik Indonesia saat ini.

Dasco menyampaikan hal itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ia menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap masukan yang bersifat substansial.

Namun, pihaknya menolak kritik yang hanya melihat kuantitas atau jumlah perjalanan dinas kepala negara.

“Kalau masukan soal substansi geopolitik, saya setuju itu dijadikan salah satu bahan pertimbangan. Masukan yang baik tentu perlu didengar,” kata Dasco.

“Namun jika hanya membatasi jumlah atau durasi kunjungan, saya pikir itu bukan persoalan yang substansial,” imbuhnya.

Strategi Diplomasi Jemput Bola

Dasco menjelaskan bahwa dinamika global yang bergerak cepat memicu tingginya frekuensi lawatan Presiden Prabowo.

Masalah seperti perang dagang, krisis energi, hingga pergeseran aliansi geopolitik menuntut kehadiran langsung seorang kepala negara. Langkah ini penting demi mengamankan kepentingan nasional di kancah internasional.

Menurut Dasco, situasi internasional saat ini memberikan dampak langsung terhadap kondisi di dalam negeri. Oleh karena itu, Presiden harus hadir dan mengambil keputusan cepat.

Dasco menyebut model diplomasi Prabowo sebagai strategi jemput bola, di mana Indonesia aktif mengejar investasi dan kerja sama, bukan sekadar menunggu.

Ia juga menepis anggapan yang menyebut Presiden terlalu lama berada di luar negeri. Dasco memastikan seluruh agenda luar negeri berjalan secara efisien dan dalam waktu singkat.

Fokus utama kunjungan tersebut langsung menyasar isu prioritas, seperti hilirisasi, ketahanan pangan, hingga penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Kritik Dino Patti Djalal

Perdebatan ini bermula saat Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyoroti rekor kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.

Dalam catatan Dino, lawatan tersebut terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua tahun pemerintahan.

Dino memang mengakui pentingnya diplomasi internasional.

Meski begitu, ia mengingatkan pemerintah agar tetap mempertimbangkan efektivitas anggaran serta urgensi penanganan masalah domestik di dalam negeri.

Merespons kritik tersebut, Dasco mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam hitungan matematis jumlah kunjungan.

Ia meminta semua pihak fokus mengawal hasil konkret dari diplomasi tersebut, seperti realisasi komitmen investasi dan kerja sama strategis.

“Masukan yang substansial tentu akan selalu mendapat ruang. Mari kita lihat hasilnya untuk kepentingan nasional,” pungkas Dasco.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store