Mahasiswa Universitas Yatsi Madani Edukasi Pencegahan Karies Gigi pada Santri

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Tangeran – Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Yatsi Madani menyelenggarakan kegiatan promosi kesehatan bertema “Pencegahan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah” di Pondok Pesantren Madinatul Ulum Al-Islamiyah, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 santri berusia 9 hingga 11 tahun sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menjaga kesehatan gigi sejak dini.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Madinatul Ulum Al-Islamiyah, K.H. Muhammad Asrori, yang didampingi dosen pengampu, Ns. M. Martono Diel, S.Kep., M.Kep. Sebelum materi disampaikan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai karies gigi dan upaya pencegahannya.
Materi edukasi kemudian disampaikan secara interaktif oleh mahasiswa melalui media PowerPoint dan poster. Dalam penyuluhan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai penyebab karies gigi, dampak yang dapat ditimbulkan apabila tidak ditangani, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya menerima materi secara teori, para santri juga mengikuti sesi demonstrasi menyikat gigi menggunakan model gigi (phantom), sikat gigi, dan pasta gigi. Melalui metode praktik langsung tersebut, peserta diajak memahami teknik menyikat gigi yang benar sehingga mampu menerapkannya secara mandiri dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika memasuki sesi tanya jawab. Para santri menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari penyebab gigi berlubang hingga cara memilih sikat gigi yang sesuai. Diskusi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong peserta lebih aktif memahami materi yang telah disampaikan.
Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan setelah memperoleh penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana seluruh peserta atau 100 persen mampu menjawab dengan benar pertanyaan mengenai penyebab dan cara pencegahan karies gigi.
Peningkatan juga terlihat dari aspek keterampilan. Berdasarkan hasil observasi selama sesi praktik, sebanyak 19 dari 20 peserta (95 persen) telah mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar sesuai urutan dan gerakan yang diajarkan. Sementara itu, satu peserta lainnya masih memerlukan pendampingan lebih lanjut agar dapat menguasai teknik menyikat gigi secara tepat.
Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan melalui kombinasi penyuluhan interaktif dan demonstrasi praktik mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan anak usia sekolah dalam menjaga kesehatan gigi. Mahasiswa Universitas Yatsi Madani berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan menyikat gigi dengan benar sejak dini sebagai langkah promotif dan preventif untuk mengurangi risiko karies gigi pada anak.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
