PJT II Perkuat Ketahanan Energi Nasional melalui Pengembangan PLTS dan EBT

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Perum Jasa Tirta II (PJT II) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT), khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.
Upaya ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.
Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, menyatakan bahwa pengembangan PLTS menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya air yang dikelola perusahaan, sekaligus mendukung diversifikasi energi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Kantor Pusat PJT II, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (15/4).
Dalam kegiatan itu, PJT II turut didampingi PT PLN Nusantara Power dalam memaparkan peluang pengembangan PLTS dan EBT sebagai bagian dari penguatan sistem energi nasional.
“PJT II memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk melalui pemanfaatan area waduk untuk PLTS terapung. Ini merupakan kontribusi konkret kami dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Imam.
Ia menjelaskan, dalam jangka pendek pengembangan PLTS difokuskan pada optimalisasi potensi yang telah tersedia, seperti pengembangan PLTS terapung di waduk-waduk strategis serta peningkatan kapasitas pembangkit yang sudah beroperasi.
Adapun dalam jangka menengah hingga panjang, PJT II akan memperkuat portofolio energi bersih melalui integrasi berbagai sumber EBT, termasuk tenaga surya, tenaga air, serta potensi energi terbarukan lainnya.
PJT II juga menyatakan kesiapan untuk memperkuat kolaborasi dengan PT PLN Nusantara Power dalam menyusun peta jalan pengembangan energi terbarukan yang terintegrasi dengan kebutuhan sistem kelistrikan nasional.
“Pengembangan PLTS merupakan bagian penting dari transisi energi nasional. Kami siap bersinergi agar kapasitas pembangkit berbasis EBT terus meningkat, tanpa mengabaikan keandalan sistem kelistrikan,” tambahnya.
Meski demikian, pengembangan PLTS dan EBT masih menghadapi sejumlah tantangan, baik dari aspek teknis, investasi, maupun integrasi ke dalam sistem kelistrikan nasional. Tantangan tersebut meliputi variabilitas sumber energi surya, kebutuhan infrastruktur pendukung, serta besarnya kebutuhan pembiayaan proyek.
Untuk menjawab hal itu, diperlukan langkah strategis seperti penguatan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi yang adaptif, serta peningkatan efisiensi operasional pembangkit.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan serta mengadopsi teknologi yang relevan agar pengembangan EBT dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” kata Imam.
Sebagai langkah mitigasi, PJT II bersama PT PLN Nusantara Power akan memperkuat sistem pemantauan operasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menerapkan manajemen risiko secara komprehensif.
Direktur Utama PT PLN Nusantara Power, Ruli Firmansyah, menegaskan bahwa sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam membangun ekosistem energi yang andal dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara PJT II dan PLN Nusantara Power merupakan langkah penting dalam membangun sistem energi yang tangguh. Dengan sinergi ini, kami optimistis ketahanan energi nasional dapat terus diperkuat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, PJT II bersama PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan sistem energi nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan masa depan. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

