Fenomena Paylater di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa: Kemudahan atau Jerat Utang?

Editor: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Opini – Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sistem pembayaran dan layanan keuangan. Salah satu inovasi yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir adalah layanan paylater, yaitu sistem pembayaran yang ditunda. Dengan kata lain, kita bisa membeli barang tanpa harus membayar langsung, melainkan membayarnya secara cicilan setiap bulan yang biasanya disertai dengan bunganya (Kristianto, 2022). Fitur ini semakin populer karena memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bertransaksi secara cepat dan praktis.
Namun, di balik kemudahan tersebut muncul pertanyaan penting: apakah paylater benar-benar membantu pelajar dan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan mereka, atau justru menjadi awal dari masalah keuangan di masa depan?
Apa Itu Paylater?
Menurut Otoritas Jasa Keuangan, Paylater (Buy Now Pay Later/BNPL) merupakan layanan keuangan digital yang memungkinkan pengguna membeli barang atau jasa dengan sistem “beli sekarang, bayar nanti”. Sistem ini biasanya disediakan oleh platform e-commerce atau aplikasi pembayaran digital yang menawarkan cicilan dalam jangka waktu tertentu.
Kemudahan akses menjadi salah satu alasan utama mengapa layanan ini begitu diminati. Proses pendaftaran yang relatif cepat serta syarat yang tidak terlalu rumit membuat banyak orang, termasuk pelajar dan mahasiswa, dapat menggunakan layanan ini dengan mudah. Hal ini membuat paylater semakin populer di tengah perkembangan ekonomi digital yang serba instan.
Namun, penting untuk dipahami bahwa paylater pada dasarnya adalah bentuk kredit atau utang yang harus dibayar di kemudian hari. Oleh karena itu, penggunaan layanan ini tetap memiliki risiko finansial jika tidak dikelola dengan bijak.
Mengapa Paylater Populer di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa?
Menurut saya, alasan utama banyak pelajar dan mahasiswa menggunakan paylater bukan hanya karena kebutuhan, tetapi juga karena tergoda oleh kemudahan dan berbagai promosi yang ditawarkan oleh platform digital. Hal ini membuat banyak generasi muda kurang mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penggunaan layanan tersebut.
Selain itu, proses penggunaan paylater juga sangat praktis. Pengguna hanya perlu mendaftar melalui aplikasi dan dapat langsung memanfaatkan layanan tersebut untuk berbelanja. Bagi pelajar dan mahasiswa yang belum memiliki penghasilan tetap, paylater sering dianggap sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tertentu tanpa harus menunggu memiliki uang terlebih dahulu.
Namun, kemudahan ini juga dapat menimbulkan masalah baru. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, penggunaan paylater justru dapat mendorong perilaku konsumtif yang berlebihan.
Gaya Hidup Konsumtif Generasi Muda
Salah satu faktor yang membuat paylater semakin populer adalah perubahan gaya hidup generasi muda. Pengaruh media sosial dan tren modern sering membuat pelajar dan mahasiswa terdorong untuk mengikuti berbagai tren, sehingga pembelian barang tidak lagi selalu berdasarkan kebutuhan, tetapi juga keinginan.
Kehadiran paylater semakin mempermudah proses tersebut karena pengguna dapat membeli barang tanpa harus membayar secara langsung. Kemudahan ini dapat memicu perilaku konsumtif, di mana sebagian orang membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Risiko Penggunaan Paylater Bagi Pelajar dan Mahasiswa
Meskipun menawarkan berbagai kemudahan, penggunaan paylater juga memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Salah satu risiko terbesar adalah potensi menumpuknya utang. Pelajar dan mahasiswa pada umumnya belum memiliki penghasilan tetap. Ketika mereka menggunakan paylater secara berlebihan, kemungkinan besar mereka akan kesulitan membayar tagihan di kemudian hari.
Jika pembayaran terlambat, pengguna biasanya akan dikenakan denda atau biaya tambahan yang semakin memperbesar jumlah utang. Selain itu, perkembangan layanan paylater yang semakin pesat juga menunjukkan adanya peningkatan penggunaan kredit konsumtif di masyarakat. Bahkan, nilai utang paylater di Indonesia telah mencapai puluhan triliun rupiah, yang menunjukkan bahwa layanan ini semakin banyak digunakan oleh masyarakat.
Jika tidak digunakan dengan bijak, kondisi ini dapat menyebabkan masalah keuangan yang lebih serius, seperti kesulitan mengelola keuangan pribadi hingga risiko gagal bayar.
Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Generasi Muda
Melihat fenomena tersebut, literasi keuangan menjadi hal yang sangat penting bagi pelajar dan mahasiswa. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat membantu generasi muda membuat keputusan finansial yang lebih bijak.
Pelajar dan mahasiswa perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Tidak semua hal yang diinginkan harus segera dipenuhi, terutama jika harus menggunakan sistem utang. Selain itu, penting juga untuk memahami risiko penggunaan layanan keuangan digital agar tidak terjebak dalam masalah finansial di masa depan.
Pendidikan mengenai literasi keuangan seharusnya tidak hanya diberikan di lingkungan keluarga, tetapi juga di sekolah dan perguruan tinggi. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda dapat memanfaatkan teknologi finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Jangan Sampai Paylater Menjadi Jerat Utang
Paylater merupakan salah satu inovasi dalam dunia keuangan digital yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi. Bagi pelajar dan mahasiswa, layanan ini dapat menjadi solusi praktis dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko jika digunakan tanpa pertimbangan yang matang.
Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, paylater dapat berubah dari solusi finansial menjadi jerat utang yang membebani generasi muda. Oleh karena itu, pelajar dan mahasiswa perlu memiliki kesadaran finansial yang lebih baik agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Teknologi keuangan seharusnya dimanfaatkan sebagai alat yang membantu kehidupan, bukan justru menjadi sumber masalah di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
- CIMB Niaga. (2023). Memahami Apa itu Paylater, Manfaat, dan Risikonya. Diakses dari: https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/gayahidup/paylater-adalah
- DBS digibank Indonesia. (2024). Paylater: Pengertian, Manfaat, Cara Pakai dan Menggunakannya. Diakses dari: https://www.dbs.id/digibank/id/id/articles/paylater-pengertian-manfaat-carapakai-dan-menggunakannya
- Kristianto, W. (2022). Paylater Dengan Segudang Resikonya. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Diakses dari: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknlbandung/baca-artikel/15565/PAYLATER-DENGAN-SEGUDANGRESIKONYA.html
- Muslih, M., Redjeki, S., Firmansyah, G., & Larasari, A. (2025). Analisis Multi-Dimensi Dampak Ekonomi, Perilaku Konsumsi, dan Risiko Sosial Penggunaan Paylater di Indonesia. JII: Jurnal Impresi Indonesia. Diakses dari: https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7083/1139
- Saburusdin, S. (2025). Dampak Fenomena Paylater terhadap Sosial dan Ekonomi. JURIHUM: Jurnal Inovasi dan Humaniora, 3(3), 487–495. Diakses dari: https://jurnalmahasiswa.com/index.php/Jurihum/article/view/3594
Penulis : Lintang Aryo Fatoni Jaya, Universitas Mulawarman, Program Studi S1-Akuntansi.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

