Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Jangan Patahkan Langkah Anak Muda yang Ingin Mengabdi

Aqila Rahmani - Komisaris Independen Waskita Karya (Persero)
Aqila Rahmani - Komisaris Independen Waskita Karya (Persero).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Ada satu hal yang sering kita ucapkan sebagai bangsa: anak muda adalah masa depan Indonesia.

Namun ketika seorang anak muda benar-benar diberi ruang untuk bekerja, berkontribusi, dan mengambil tanggung jawab di posisi strategis, tidak jarang yang muncul justru kecurigaan, cibiran, dan serangan. Seolah-olah usia muda adalah kesalahan. Seolah-olah anak muda harus terus menunggu, sampai dianggap cukup tua untuk dipercaya.

Sorotan terhadap Aqila Rahmani sebagai Komisaris Independen PT Waskita Karya menjadi salah satu contoh bagaimana ruang publik kita masih sering menilai anak muda dari usia sebelum menilai dari kapasitas. Kritik publik tentu sah. Setiap jabatan strategis, apalagi di perusahaan publik dan BUMN, memang harus diawasi. Tetapi kritik akan menjadi tidak adil apabila berhenti hanya pada prasangka bahwa anak muda belum pantas diberi amanah.

Aqila Rahmani, seperti siapa pun yang berada di posisi publik, boleh dan perlu dinilai. Tetapi penilaian itu seharusnya dilakukan dengan ukuran yang objektif: integritas, kompetensi, independensi, latar belakang pendidikan, pengalaman profesional, dan kemampuan menjalankan fungsi pengawasan. Bukan semata-mata karena ia muda.

Dalam tata kelola perusahaan, seorang komisaris independen bukan pelaksana operasional harian. Tugas utamanya adalah melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada direksi. Karena itu, yang seharusnya diuji adalah kemampuan memahami risiko, menjaga tata kelola, membaca arah strategis perusahaan, dan memastikan keputusan perusahaan tetap berada dalam koridor akuntabilitas.

Di tengah kebutuhan transformasi BUMN, Indonesia tidak bisa terus berbicara tentang bonus demografi tanpa memberi ruang nyata bagi generasi muda. Kita tidak bisa terus menyerukan regenerasi, tetapi menolak ketika wajah-wajah baru masuk ke ruang pengambilan keputusan. Jika anak muda tidak pernah diberi kesempatan, kapan mereka akan belajar memikul tanggung jawab? Jika setiap langkah mereka langsung dicurigai, bagaimana negeri ini bisa melahirkan generasi pemimpin baru?

Tentu, kesempatan tidak boleh berarti karpet merah tanpa standar. Anak muda tetap harus diuji. Mereka harus membuktikan diri. Mereka harus bekerja dengan serius, menjaga integritas, dan siap diawasi publik. Tetapi memberi kesempatan kepada anak muda bukanlah kesalahan. Yang salah adalah apabila kita menutup pintu hanya karena usia.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store