Pengaruh Gadget pada Anak: Mengapa Parenting Aktif Orangtua Menjadi Kunci Utama

Editor: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Opini – Di era digital 2026, gadget menjadi barang kebutuhan sehari-hari yang menyertai anak-anak sejak dini. Smartphone, tablet, dan laptop membuka akses ke informasi, hiburan, dan platform belajar yang interaktif. Jika anak dipengaruhi oleh gadget tanpa adanya pendampingan, dampaknya bisa serius terhadap tumbuh kembang fisik, sosial, dan emosional mereka. Oleh karena itu, dibutuhkannya parenting aktif dari orang tua yang menjadi faktor penentu apakah gadget menjadi alat yang memberdayakan atau justru dapat merugikan anak.
Secara positif, gadget membuka akses terhadap sumber belajar yang hampir tanpa batas. Platform seperti YouTube Edukasi, aplikasi pembelajaran interaktif, dan perpustakaan digital memungkinkan anak mengeksplorasi materi di luar kurikulum sekolah. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang terpandu dapat meningkatkan literasi digital, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah anak sejak dini. Dalam konteks pendidikan jarak jauh yang marak terjadi dalam beberapa tahun terakhir, gadget bahkan menjadi pintu utama bagi anak untuk tetap mengakses pendidikan.
Namun, dampak negatifnya pun nyata dan mengkhawatirkan, banyak anak kini lebih memilih berinteraksi dengan gadget daripada bermain bersama teman sebaya atau berkomunikasi dengan keluarga. Selain itu, konten yang tidak sesuai usia, cyberbullying, dan risiko privasi digital menjadi ancaman serius yang sering kali tidak disadari orang tua.
Pendekatan yang seimbang dan kritis sangat diperlukan, gadget dilarang sepenuhnya, tetapi penggunaannya harus diatur dengan bijak. Peran orang tua dan pendidik dalam menetapkan batasan waktu layar, memfilter konten, serta memberikan contoh penggunaan teknologi yang sehat menjadi kunci. Pendidikan literasi digital sejak dini juga mutlak agar anak tidak hanya menjadi konsumen pasif, melainkan pengguna teknologi yang cerdas dan dapat bertanggung jawab.
Parenting sangat penting bagi anak karena orang tua dapat mengatur batasan waktu layar dan jenis konten yang boleh diakses, orang tua juga bisa mengawasi dan ikut serta saat anak menggunakan gadget. Strategi paranteng yang bisa digunakan oleh orang tua memberikan jadwal harian untuk anak bermain gadget, mematikan gadget sebelum tidur, memberikan kegiatan yang dapat menggantikan gadget seperti bermain diluar, atau membuat suatu kerajinan yang dapat membuat anak lupa akan gadget.
Penulis: Nailah afriyanti dan Sulistia – Mahasiswi Universitas Pamulang pendidikan ekonomi
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
