Program SSK Bikin Sekolah Swasta Bergairah, SMA Pasundan Purwakarta Rasakan Dampaknya

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dinilai menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat sekaligus memperkuat eksistensi sekolah swasta.
Program tersebut memberikan kesempatan bagi calon peserta didik yang belum lolos ke sekolah negeri agar tetap memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa terbebani biaya operasional pendidikan.
Kepala SMA Pasundan Purwakarta, Oma Muhamad Hatta, mengatakan sekolah yang dipimpinnya telah resmi menjadi mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan Program SSK.
Melalui program ini, siswa yang tidak diterima di sekolah negeri melalui berbagai jalur Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
“Program SSK memberikan kesempatan kepada siswa yang belum diterima di sekolah negeri untuk tetap memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas di sekolah swasta mitra pemerintah,” ujar Oma Muhamad Hatta, Jum’at (26/6/2026).
Ia menjelaskan, setiap peserta didik yang diterima melalui Program SSK memperoleh bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa subsidi biaya pendidikan sebesar Rp100 ribu per bulan serta bantuan uang bangunan sebesar Rp1,5 juta per siswa.
Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional pendidikan, termasuk pembiayaan SPP selama masa studi.
“Dengan adanya bantuan dari pemerintah, orang tua siswa tidak lagi dibebani biaya operasional pendidikan maupun SPP. Seluruh biaya tersebut telah ditanggung melalui Program SSK,” katanya.
Oma menegaskan, sekolah yang tergabung dalam Program SSK tidak diperkenankan melakukan pungutan tambahan yang berkaitan dengan biaya operasional pendidikan kepada peserta didik selama mengikuti proses belajar mengajar.
“Selama tiga tahun menempuh pendidikan, peserta didik Program SSK tidak dikenakan biaya operasional pendidikan. Sekolah juga tidak diperbolehkan menarik pungutan lain yang berkaitan dengan biaya tersebut,” tegasnya.
Meski demikian, ia menjelaskan masih terdapat kebutuhan pribadi yang menjadi tanggung jawab peserta didik, seperti pengadaan seragam batik khas sekolah dan pakaian olahraga.
“Seragam batik khas Pasundan dan pakaian olahraga tidak dijual di pasaran sehingga pengadaannya masih menjadi tanggung jawab siswa. Namun, harganya harus tetap wajar dan tidak memberatkan orang tua,” jelasnya.
Di Kompleks Pendidikan Pasundan Purwakarta sendiri terdapat tiga satuan pendidikan, yakni SMP Pasundan Purwakarta, SMA Pasundan Purwakarta, dan SMK Informatika Pasundan Purwakarta.
Ketiganya berada di bawah naungan Paguyuban Pasundan yang memiliki komitmen kuat dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing.
Menurut Oma, pendidikan di lingkungan Pasundan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan pelestarian budaya.
“Sesuai visi Paguyuban Pasundan, kami ingin mencetak lulusan yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, berakhlak mulia, kuat dalam nilai-nilai agama, serta memiliki kepedulian terhadap budaya. Itulah karakter yang terus kami bangun bagi setiap peserta didik,” ungkapnya.
Ia mengaku Program SSK memberikan dampak yang sangat positif bagi SMA Pasundan Purwakarta, terutama dalam meningkatkan jumlah peserta didik baru. Hingga saat ini, sekolah telah menerima 18 siswa melalui program tersebut, angka yang dinilai lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
“Program SSK sangat membantu sekolah swasta, khususnya SMA Pasundan Purwakarta. Selain membuka akses pendidikan bagi masyarakat, program ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta. Kami berharap Program SSK dapat terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak anak-anak di Jawa Barat yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya,” pungkasnya.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
