BEM Nusantara Jatim Gandeng Tokoh Nasional Bedah Kasus Teror Air Keras

Jurnalis: Muhammad Oby
Kabar Baru, Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur terus mengawal kasus kekerasan yang menimpa aktivis mahasiswa, Andri Yunus.
Melalui Diskusi Online Nasional bertajuk Dari UU TNI ke Teror Air Keras, aliansi mahasiswa ini mendesak aparat penegak hukum untuk segera membongkar dalang dan jaringan kekuasaan di balik serangan biadab tersebut.
Koordinator BEM Nusantara Jatim, Deni Oktaviano Pratama, menegaskan bahwa gerakan ini murni membawa amanah rakyat tanpa kepentingan pragmatis.
Diskusi yang diikuti 253 peserta dari berbagai daerah tersebut menjadi ruang konsolidasi nasional untuk membedah motif di balik teror yang melukai demokrasi tersebut.
Bukan Sekadar Pelaku Lapangan
Sekretaris Jenderal Federasi KontraS, Andy Irfan, dalam paparannya menekankan bahwa kepolisian tidak boleh hanya berhenti pada penangkapan eksekutor di lapangan.
Ia mendesak penyidik untuk mengurai motif asli dan siapa sosok yang memberi perintah di balik layar.

Senada dengan hal itu, pengamat sosial-politik Ubedillah Badrun menyoroti sulitnya mengungkap aktor utama dalam kasus-kasus sensitif seperti ini.
Ia mengusulkan dua langkah strategis, yakni percepatan proses melalui peradilan sipil dan pembentukan tim pencari fakta gabungan guna menjamin independensi penyelidikan.
Pelanggaran Hukum Berat
Dari perspektif hukum, Prof. Dr. Hj. Hesti Armiwulan menjelaskan bahwa penyiraman air keras ini merupakan tragedi kemanusiaan yang masuk dalam kategori penganiayaan berat menurut KUHP Baru.
Sementara itu, Usman Hamid dari Amnesty Internasional menuntut akuntabilitas nyata dari pemangku jabatan melalui proses hukum yang transparan dan menyeluruh.
“Pertanggungjawaban tidak cukup hanya dengan pernyataan. Kita butuh pengungkapan kebenaran secara utuh agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tidak runtuh,” tegas Usman dalam diskusi virtual tersebut.
Menjadi Catatan Merah Bagi Aktivis
Direktur LBH Surabaya, Habibus Solihin, turut menyoroti adanya perbedaan mencolok dalam penanganan kasus kekerasan terhadap aktivis dibandingkan kasus lainnya.
Perbedaan perlakuan ini menjadi catatan penting bagi aparat penegak hukum untuk menjaga marwah institusi di mata masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung dinamis selama hampir tiga jam ini ditutup dengan semangat konsolidasi mahasiswa yang lebih terarah.
BEM Nusantara Jawa Timur berkomitmen akan terus menyuarakan keadilan bagi Andri Yunus hingga aktor intelektualnya mendekam di penjara, sekaligus memastikan suara kritis mahasiswa tidak padam oleh teror.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

