Rupiah Anjlok! DPR RI Minta Gubernur Bank Indonesia Mundur

Jurnalis: Arif Muhammad
Kabar Baru, Jakarta – Pelemahan nilai tukar Rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level Rp17.653 per Dolar AS memicu kritik keras.
Anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio, menyoroti tajam kinerja Bank Indonesia (BI) yang ia nilai telah kehilangan kepercayaan pasar.
Primus melihat adanya anomali besar dalam kondisi ekonomi nasional saat ini.
Di satu sisi pemerintah mengklaim pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen, namun di sisi lain mata uang Rupiah justru terus terpuruk mendekati rekor terendah sepanjang sejarah terhadap Dolar AS.
“Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust (kepercayaan). Bank Indonesia sudah menyampingkan kredibilitasnya,” ujar Primus dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Senin (25/05/2026).
Pasar Kehilangan Kepercayaan
Legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai bahwa kejatuhan Rupiah tidak bisa lagi berlindung di balik faktor penguatan Dolar AS semata.
Faktanya, mata uang Garuda juga keok menghadapi berbagai mata uang negara lain, mulai dari Dolar Singapura, Dolar Australia, Ringgit Malaysia, hingga Euro.
Menurut Primus, fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku pasar sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap kebijakan bank sentral Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter.
Mundur demi Tanggung Jawab Moral
Akibat situasi pelik ini, Primus secara terbuka menyarankan pimpinan BI untuk mempertimbangkan opsi meletakkan jabatan.
Langkah tersebut ia nilai bukan sebuah kehinaan, melainkan bentuk tanggung jawab moral yang terhormat.
“Kadang-kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan. Mungkin sekarang saatnya Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salahnya,” tegas mantan aktor senior tersebut.
Ia kemudian membandingkan budaya pertanggungjawaban pejabat di negara maju yang memilih mundur saat merasa tidak mampu lagi memikul beban tugas dengan optimal.
“Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang jika Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik,” lanjut Primus.
Mengakhiri interupsinya, Primus mengingatkan jajaran pimpinan bank sentral dengan mengutip sebuah hadis populer mengenai pentingnya kapabilitas dalam memimpin sebuah urusan besar.
“Hadis ini sangat familiar, artinya apabila suatu urusan diserahkan pada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran,” pungkas Primus.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

