Kisah Inspiratif Pangdam Siliwangi di Hadapan Anak Yatim Purwakarta

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menghadiri kegiatan santunan bagi anak yatim dan piatu di Masjid Endan Andansih, Kampung Nenggeng, Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (7/3). Kegiatan sosial tersebut diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari anak-anak yatim, tamu undangan, serta masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI sekaligus Pembina Yayasan Endan Andansih Muhammad Yusuf Ateh, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Ketua Yayasan Endan Andansih Kombes Pol Dr. H. Endang Usman, Plh Kasmin Pangdam III/Siliwangi Letkol Cba Sulistyo, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra, Kepala Sekolah Boarding School Achmad Ridwan, serta para pengurus Rumah Tahfiz Endan Andansih.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, kegiatan Mandiri Berbagi berupa santunan kepada anak yatim telah dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia. Ia bersyukur kegiatan tersebut dapat dilaksanakan di Masjid Endan Andansih, Purwakarta.
Menurutnya, capaian yang diraih Bank Mandiri merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh integritas serta diiringi kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan sosial.
“Kegiatan santunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta mempererat hubungan Bank Mandiri dengan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih memberikan motivasi kepada para anak yatim yang hadir. Ia mengisahkan bahwa dirinya pernah menjadi marbot masjid sebelum akhirnya berkarier sebagai prajurit TNI.
“Saya ingin menyampaikan kepada adik-adik bahwa dulu saya juga pernah menjadi marbot masjid. Dari situlah saya belajar tentang keikhlasan, kedisiplinan, dan pengabdian. Saya meyakini keberkahan hidup salah satunya datang dari memakmurkan masjid,” katanya.
Ia juga berpesan agar para generasi muda tidak pernah berhenti bermimpi, rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Jangan pernah merasa rendah diri dengan kondisi kita. Teruslah belajar, hormati orang tua dan guru, serta jadilah anak-anak yang berakhlak baik. Jika bersungguh-sungguh, insyaAllah masa depan yang lebih baik dapat diraih,” pesannya.
Kosasih juga menekankan pentingnya menjaga iman dan ketakwaan, berbakti kepada orang tua, serta menjaga akhlak dan pergaulan. Ia berharap para anak yatim memiliki cita-cita tinggi dan kelak menjadi generasi yang mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

