Si Jago Merah Mengamuk di Pasar Rebo, Pedagang Terpaksa Gigit Jari

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Kebakaran melanda Pasar Rebo Purwakarta pada Selasa pagi (24/2/2026). Berdasarkan data sementara, sedikitnya 50 kios di tiga blok dilaporkan hangus terbakar.
Kapolres I Dewa Putu Gede Anom bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Sri Jaya Midan turun langsung meninjau lokasi kejadian sekitar pukul 06.30 WIB. Saat peninjauan berlangsung, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah potensi kebakaran susulan.
Untuk kepentingan penanganan, aparat menutup sejumlah akses jalan menuju area pasar. Penutupan diberlakukan mulai dari pertigaan Situ Buleud di depan Kantor Pengadilan Negeri hingga kawasan bekas Kantor Kelurahan Nagri Kidul. Jalur menuju GOR Purnawarman juga turut ditutup sementara.
Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan harus memutar arah, sedangkan sepeda motor masih diperbolehkan lewat dengan pengaturan petugas.
Kapolres menyampaikan bahwa api telah berhasil dipadamkan dan situasi kini dalam tahap pengamanan. “Saat ini proses pendinginan masih dilakukan. Personel kami juga disiagakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi,” ujarnya kepada wartawan.
Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Hingga kini, belum ada kesimpulan mengenai sumber api. “Masih dalam proses penyelidikan. Untuk kerugian materiil juga sedang didata. Yang jelas, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tambahnya.
Dari total 20 blok yang terdapat di Pasar Rebo, tiga blok terdampak kebakaran. Dari sekitar 200 kios yang ada, diperkirakan 50 kios mengalami kerusakan berat akibat dilalap api.
Sementara itu, Sekda menyebutkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Armada tersebut merupakan gabungan dari Pemkab Purwakarta, bantuan dari Karawang, serta dukungan perusahaan swasta.
“Terkait langkah penanganan bagi para pedagang terdampak, kami masih menunggu arahan pimpinan daerah yang saat ini sedang berada di luar kota. Termasuk soal bantuan, belum dapat diputuskan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan Pasar Rebo berada di bawah Ikatan Warga Pasar (Iwapa), bukan pemerintah daerah, sehingga tidak ada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang secara langsung menangani operasional pasar tersebut.
Meski demikian, Pemkab memastikan kebakaran ini tidak akan mengganggu distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
“Purwakarta memiliki 11 pasar lain yang dapat menopang kebutuhan warga. Pasokan bahan pokok dipastikan tetap aman,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama menjelang mudik Idulfitri. Warga diminta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan mematikan aliran listrik saat meninggalkan rumah.
“Atas kejadian ini, Pemkab Purwakarta menyampaikan rasa prihatin kepada para pedagang yang terdampak,” pungkasnya.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

