Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Berikut Profil Susan Limurty, Istri Boboho Pemegang Saham Terbesar Restoran de’Clan Cipete

Desain tanpa judul - 2026-07-17T190748.184
Ilustrasi Restoran de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan (Foto: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya menyita uang tunai senilai miliaran rupiah dari restoran de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Operasi penyitaan di lantai dua restoran tersebut kemudian memicu perhatian publik terhadap sosok Susan Limurty.

Dalam penggeledahan itu, petugas mengamankan barang bukti mata uang asing dan rupiah yang tersimpan di dalam brankas.

Rinciannya meliputi 3.130.000 dolar Singapura, 88.965 dolar Amerika Serikat (AS), serta uang tunai sebesar Rp259 juta.

korankota-1784288617
Berikut Susan Limurty Istri Boboho, Pemegang Saham Terbesar Perusahaan Pengelola Restoran de’Clan

Kasus ini pun menyeret perhatian masyarakat pada PT Gontran Cherrier Indonesia selaku perusahaan pengelola restoran.

Berdasarkan dokumen administrasi badan hukum, PT Gontran Cherrier Indonesia berdiri sejak 17 Februari 2022 dengan fokus bisnis di bidang restoran, perdagangan, dan konsultasi manajemen.

Perusahaan ini mengantongi modal dasar sebesar Rp1 miliar yang terbagi menjadi 1.000 lembar saham, dengan nilai nominal Rp1 juta per lembar.

Dokumen resmi korporasi menunjukkan bahwa Susan Limurty merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut.

Susan menguasai 400 lembar saham atau setara dengan 40 persen total saham yang bernilai Rp400 juta. Susan sendiri merupakan istri dari Ferry Yanto Hongkiriwang yang menjabat sebagai Direktur PT Gontran Cherrier Indonesia.

Selain Susan, ada tiga nama lain yang tercatat sebagai pemilik saham.

Jeffrey Pribadi memiliki 300 lembar saham (30 persen), disusul Agus Handojo yang menguasai 200 lembar saham (20 persen) sekaligus menjabat sebagai Komisaris.

Sementara itu, Frans Hardy mengantongi 100 lembar saham tersisa atau setara 10 persen.

Meskipun memimpin operasional perusahaan sebagai Direktur, Ferry Yanto Hongkiriwang justru tidak memiliki selembar saham pun di dalam struktur kepemilikan.

Dokumen administrasi menegaskan bahwa tanggung jawab Ferry murni pada fungsi direksi, sedangkan modal perusahaan sepenuhnya berasal dari empat pemegang saham tersebut.

Hingga saat ini, tim penyidik Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya masih mendalami asal-usul uang miliaran rupiah tersebut.

Polisi juga tengah menelusuri aliran dana untuk melihat keterkaitannya dengan perkara korporasi atau tindak pidana yang sedang mereka tangani.

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi yang menyatakan keterlibatan para pemegang saham maupun pengurus PT Gontran Cherrier Indonesia dalam kasus ini.

Oleh karena itu, data kepemilikan saham ini merupakan informasi administrasi yang berdiri sendiri.

Sesuai asas praduga tak bersalah, seluruh pihak dalam pemberitaan ini harus tetap dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store