Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Wajah Dipajang Tanpa Izin di Poster Film Pesta Babi, Mama Sinta Mengaku Kecewa

Desain tanpa judul - 2026-05-24T203813.361
Ilustrasi poster Film Pesta Babi yang resmi dirilis oleh tim produksi (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Merauke – Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Sinta, menyatakan sikap mengejutkan.

Ia menegaskan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang selama ini menyeret namanya untuk menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan di tanah Papua.

Mama Sinta mengaku kecewa karena merasa dijerumuskan ke dalam narasi negatif yang menyerang pemerintah. Salah satunya melalui keterlibatan dirinya dalam film dokumenter berjudul Pesta Babi tanpa persetujuan yang jelas.

“Sekarang saya tidak bergabung lagi dengan LBH mereka, saya sudah ambil keputusan sendiri. Jadi saya mau cari pekerjaan di perusahaan,” ujar Mama Sinta dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Senin (25/05/2026).

Berbalik Arah Demi Keluarga

Lebih lanjut, Mama Sinta menjelaskan bahwa keputusannya mendukung proyek lumbung pangan berkaitan erat dengan masa depan keluarganya.

Ia mengungkapkan bahwa ketiga anaknya saat ini membutuhkan pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Oleh karena itu, ia kini menyambut baik kehadiran perusahaan yang menggarap proyek ketahanan pangan tersebut di wilayahnya.

“Jadi mama harap ke depan mohon dibantu. Saya tetap di pihak perusahaan sekarang, tidak seperti dulu lagi karena dulu itu saya dimanfaatkan, saya diajak oleh orang-orang LBH,” tuturnya secara terbuka.

Kecewa Wajahnya Dicatut Pesta Babi

Sembari mengingat kembali awal mula persoalan, Mama Sinta bercerita bahwa ia bersama kelompok masyarakat adat Marind awalnya mendapat ajakan dari seorang pria bernama Aris.

Mereka diajak menyuarakan keresahan terkait pembukaan lahan oleh pemerintah di Papua.

Namun, ia tidak menyangka jika pernyataan-pernyataannya justru menjadi viral di media sosial. Kekecewaannya memuncak saat mengetahui pihak LBH memproduksi film Pesta Babi dan memajang wajahnya di poster film tersebut tanpa izin.

“Akhirnya saya sudah terlanjur viral di mana-mana sampai mereka sudah buat film Pesta Babi tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya. Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka LBH,” kata Mama Sinta yang mengaku sudah memutus komunikasi dengan LBH Papua Pusaka.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah atas seluruh pernyataan miringnya selama ini terhadap pembangunan PSN di Papua.

Ia menyadari janji-janji fasilitas dari pihak yang mengajaknya dahulu terbukti zonk.

“Saya minta maaf sekali karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka. Saya juga tidak tahu ke depannya nanti terjadi seperti apa atau mereka bantu saya fasilitas punya rumah atau anak saya dipekerjakan, ternyata tidak ada,” ucapnya.

Bantahan Pusaka Bentala Rakyat

Merespons pengakuan tersebut, Peneliti Pusaka Bentala Rakyat, Villarian yang akrab dipanggil Juple, memberikan tanggapan berbeda.

Juple mengaku terkejut dan baru mendengar kabar bahwa Mama Sinta berbalik arah mendukung PSN.

Menurut klaim Juple, sejauh pengetahuan lembaganya hingga saat ini, Mama Sinta tidak pernah menyatakan dukungan terhadap proyek strategis pemerintah tersebut.

“Enggak ada, itu perlu diklarifikasi, itu informasi dari mana karena Mama Yasinta itu bersama-sama dengan kita, bersama-sama dengan LBH Merauke, Pusaka Bentala Rakyat dan organisasi-organisasi lain itu berkomitmen untuk terus menolak PSN yang ada di Papua Selatan,” pungkas Juple.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store