Scroll Terus, Stres Kemudian: Sisi Gelap Doomscrolling pada Gen Z

Editor: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Opini – Niatnya cuma mau scrolling medsos sebentar biar cepat tidur, tapi tahu-tahu mata masih melek jam dua pagi. Mana isinya berita suram semua lagi dari isu lingkungan, perang, sampai susahnya cari kerjaan zaman sekarang. Anehnya, makin dibaca bikin makin cemas, tapi jempol ini rasanya otomatis saja gitu gerak ke bawah, susah banget distop.
Kebiasaan buruk ini namanya doomscrolling, alias hobi mantengin berita negatif di internet walaupun bikin kepikiran. Buat anak-anak Gen Z, hal ini sudah jadi makanan sehari-hari yang pelan-pelan merusak mental.
Kenapa Gen z Paling Rentan?
Ya karena dari kecil mereka udah lengket banget sama yang namanya smartphone, jadi otomatis langsung masuk ke jebakan algoritma medsos. Aplikasi kayak TikTok, X, sama Instagram itu sebenarnya udah disetting sedemikian rupa biar kita betah mantengin layar berjam-jam.
Kocaknya (sekaligus apesnya), konten yang paling cepat viral dan bikin orang kepo itu justru jenis konten yang memancing emosi negatif—kayak berita yang bikin netizen ngamuk atau ketakutan. Nah, berhubung anak muda zaman sekarang punya penyakit FOMO alias takut ketinggalan info, akhirnya mereka kayak sukarela nyiksa pikiran sendiri tiap hari lewat scrolling tanpa henti.
Dampak Nyata bagi Pikiran
Terlalu sering menelan berita buruk jelas ada harganya. Efeknya ke psikologis nggak main-main, minimal tiga hal ini bakal sering muncul:
1 Trauma Sekunder: Kita bisa ikutan stres dan sedih mendalam cuma gara-gara nonton video penderitaan orang lain yang lewat di fyp secara detail.
2 Mean World Syndrome: Kondisi di mana kita mulai parno dan menganggap dunia luar itu tempat yang super mengerikan, jahat, dan nggak punya masa depan.
3 Siklus Tidur Rusak: Doomscrolling sebelum tidur otomatis memicu hormon stres (kortisol) yang bikin mata makin melotot. Padahal, kurang tidur itu gerbang utama menuju depresi.’
Mengambil Kendali Lewat Digital Mindfulness
Kesehatan mental kita jauh lebih berharga daripada algoritma medsos. Biar nggak makin kebablasan, kita bisa ngerem kebiasaan ini lewat beberapa trik simpel:
1 Bikin Batasan: Manfaatin fitur pembatas waktu (screen time) di HP biar ada yang ngingetin pas kita mulai lupa waktu.
2 Bersih-bersih Lapak: Unfollow atau mute akun-akun yang hobinya tebar kepanikan atau provokasi. Ganti sama konten yang lebih menghibur atau edukatif.
3 Balik ke Realita: Taruh HP-mu, terus cari kesibukan di dunia nyata. Bisa dengan olahraga, melakukan hobi, atau sekadar ngobrol langsung sama teman.
Kesimpulannya tahu apa yang lagi terjadi di dunia ini emang penting, tapi bukan berarti kita harus mikirin semua beban dunia sendirian. Kalau di luar sana lagi badai berita buruk, kita cukup tutup “jendela” medsos kita sebentar. Tarik napas dalam-dalam, dan sadari kalau hidup di dunia nyata nggak selalu semencekam apa yang kelihatan di layar HP.
Penulis: Hilmy Achmad Daini, Mahasiswa PGSD, Universitas Pamulang.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

