Layangkan Dumas Resmi, Mahasiswa Siap Gelar Aksi Jilid II di Polda Sumut

Jurnalis: Agung Wahyudi
Kabar Baru, Medan – Tatanan Aktivis Mahasiswa Unggulan (TAMU) memastikan bakal kembali turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa damai jilid II di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) pada Kamis, 23 Juli 2026 mendatang.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari protes mereka atas dugaan kerugian uang negara pada proyek Rekonstruksi Jalan Sp. Tamosu – Padang Hasior Lombang di Kabupaten Padang Lawas. Tidak sekadar berorasi, massa juga akan memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerahkan laporan resmi ke meja penyidik.
Ketua Umum TAMU, Ibrahim Cholil Pohan, menegaskan bahwa kehadiran mereka di Mapolda Sumut bertujuan untuk menagih komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas praktik rasuah di daerah.
“Kedatangan kami nantinya di depan kantor Polda Sumatera Utara untuk meminta kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara agar segera mengusut tuntas atas dugaan KKN pada Rekonstruksi Jalan Sp. Tamosu- Padang Hasior Lombang Kabupaten Padang Lawas,” ungkap Ibrahim kepada awak media.
Berdasarkan hasil investigasi dan temuan langsung di lapangan, TAMU melihat adanya indikasi kuat yang mengarah pada tindak pidana korupsi. Ibrahim membeberkan bahwa proyek infrastruktur senilai Rp4 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 tersebut dikerjakan secara serampangan.
“Terpantau, jalan aspal yang baru selesai dikerjakan belum genap setahun terlihat sudah retak dan beton bahu jalan sudah terpisah dengan aspal. Terkesan pekerjaan tersebut diduga asal jadi,” cecar Ibrahim.
Melihat kondisi fisik jalan yang rusak prematur tersebut, TAMU meminta Kapolda Sumut segera membentuk tim khusus guna menyelidiki proyek bernilai miliaran rupiah ini.
Mereka juga mendesak penyidik untuk segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait, mulai dari mantan Kepala Dinas PUPR Padang Lawas, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR, kontraktor pelaksana dari CV Anugrah Permai, hingga pimpinan CV Polo Consultant selaku konsultan pengawas proyek.
Ibrahim memastikan pihaknya akan menepati janji yang telah disampaikan kepada perwakilan kepolisian saat aksi jilid I lalu. Selain berdemonstrasi, TAMU akan melayangkan surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) resmi yang dilengkapi dengan sejumlah bukti pendukung otentik dari lapangan.
Dokumen tersebut disiapkan khusus untuk mempermudah tugas penyidik Polda Sumut dalam menindaklanjuti dan mengusut tuntas skandal proyek jalan tersebut.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
