Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Bos PT WIN Akuisisi Tambang Eks Kapolri Idham Azis, Kini Diduga Beroperasi Tanpa RKAB

Kabarbaru.co
Aktivitas Alat Berat PT wijaya inti nusantara (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Konawe Selatan– Bos PT Wijaya Inti Nusantara (WIN), Frans Kalalo, mengakuisisi 100 persen saham PT Pandu Urane Perkasa (PUP), perusahaan tambang nikel yang sebelumnya pernah dimiliki mantan Kapolri Jenderal (Purn) Idham Azis.

Meski kepemilikan baru berlangsung pada 2026, PT PUP disebut-sebut telah melakukan aktivitas tambang dan menjadi sorotan terkait kelengkapan dokumen RKAB.

PT PUP memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 1.665 hektare di Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, dengan masa berlaku hingga 2032. Sebelum dilepas, Idham Azis tercatat menjabat sebagai komisaris utama perusahaan tersebut.

Direktur PT Almharig Basmala Septian Jaya, Basmala Septian Jaya, mengungkapkan bahwa dirinya bersama Komisaris PT Tambang Bumi Sulawesi (TBS) Yaman Pakalo lebih dulu membeli perusahaan tersebut sebelum akhirnya menjual seluruh saham kepada Frans Kalalo.

“Saya juga beli sama mantan Kapolri (Idham Azis). Pada April 2026 Frans Kalalo menawarkan diri untuk membeli. Dengan penuh pertimbangan, kami terpaksa menjualnya ke pak Frans Kalalo 100 persen,” ujar Basmala.

Basmala mengaku saat mengambil alih perusahaan itu, PT PUP sedang terkena sanksi administratif berupa pembekuan sementara dari Kementerian ESDM. Namun, sanksi tersebut telah dicabut setelah kewajiban jaminan reklamasi dipenuhi.

“Saya sudah selesaikan dan sanksinya sudah dicabut. Kalau RKAB (rencana kerja dan anggaran biaya), saya tidak tahu, mereka (PT PUP) yang urus,” tegasnya.

Ia menambahkan, akta jual beli dan transaksi penjualan saham dilakukan pada Mei 2026 saat dirinya berada di Makassar dan Yaman Pakalo berada di Jakarta.

Dalam dokumen transaksi itu, Tubagus Riko tercatat sebagai direktur. Menurut Basmala, salah satu alasan melepas perusahaan tersebut karena PT PUP belum memiliki jalan hauling maupun pelabuhan khusus tambang (jetty) untuk mendukung operasional pertambangan.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store