Dosen Muda UIN Alauddin Raih Doktor, Usung Inovasi Pembelajaran Fisika

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Makassar — Sidang promosi doktor Imam Permana, S.Pd., M.Pd., berlangsung hangat di Ruang Promosi Lantai 1 Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Jumat, 12 Juni 2026. Di hadapan sekitar 200 audiens yang memenuhi ruangan, dosen muda Program Studi Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar itu berhasil mempertahankan disertasinya dan dinyatakan lulus dengan IPK 4.00. Ia berhak menyandang gelar Doktor dalam bidang Pendidikan dan Keguruan pada Program Studi S3 Dirasah Islamiyah Konsentrasi Pendidikan dan Keguruan UIN Alauddin Makassar dengan predikat sangat memuaskan.
Promosi doktor tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Bertindak sebagai promotor adalah Prof. Dr. Hj. Misykat Malik Ibrahim, M.Si., didampingi kopromotor Dr. Hj. St. Syamsudduha, M.Pd. dan Prof. Dr. Hj. Ulfiani Rahman, M.Si. Adapun tim penguji terdiri atas Dr. H. M. Ali Latif, M.Pd. sebagai penguji eksternal, serta Prof. Dr. Sitti Mania, M.Ag., Dr. M. Shabir U., M.Ag., dan Dr. M. Yusuf T., M.Ag. sebagai penguji internal.
Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Digital Fisika Dasar Terintegrasi Nilai Spiritual Berorientasi Pembelajaran Kolaboratif dengan Authentic Assessment Based on Teaching Learning Trajectory”, Imam menawarkan gagasan bahwa pembelajaran Fisika Dasar tidak cukup hanya dipindahkan ke ruang digital. Teknologi perlu diikat oleh desain pedagogik, asesmen autentik, aktivitas kolaboratif, dan nilai spiritual agar pembelajaran tidak berhenti sebagai penyampaian materi, tetapi menjadi pengalaman belajar yang terarah dan bermakna.
Produk yang dikembangkan diberi nama Fiskonautra 3C, sebuah bahan ajar digital berbasis Liveworksheet yang disajikan melalui microsite Carrd.co. Produk ini dirancang untuk menghubungkan pemahaman konsep, keterampilan penalaran pedagogik, dan sikap spiritual calon guru fisika. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan memahami rumus dan konsep, tetapi juga belajar membaca proses berpikir, mendiskusikan gagasan, merefleksikan nilai, serta memahami bagaimana konsep fisika kelak dapat diajarkan secara lebih bertanggung jawab.
Sidang promosi berlangsung dalam suasana akademik yang cair. Beberapa pertanyaan penguji memancing diskusi serius, sementara canda ringan dari ketua sidang membuat forum tetap hangat. Salah satu momen yang menyentuh terjadi saat Imam menyampaikan terima kasih kepada orang tua, mertua, istri, anak-anak, dan keluarga besar yang hadir. Ketika menyebut doa-doa yang tak pernah putus dan harapan yang tak pernah padam, suaranya sempat bergetar. Namun suasana haru itu kembali mencair ketika ia menyampaikan terima kasih kepada istrinya sebagai “rumah paling sabar”, yang spontan disambut hangat oleh audiens.
Capaian ini menjadi penanda bahwa pendidikan fisika dapat dibangun tidak hanya melalui ketepatan konsep, tetapi juga melalui desain pembelajaran yang manusiawi, reflektif, dan bernilai. Melalui disertasinya, Imam Permana menunjukkan bahwa bahan ajar digital tidak semestinya berhenti sebagai media, melainkan dapat dikembangkan menjadi arsitektur pembelajaran yang menghubungkan teknologi, pedagogi, asesmen, dan spiritualitas dalam menyiapkan calon guru fisika abad ke-21.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
