Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Aroma Beking Mafia Oli Palsu Kalbar, Polda Ditantang Seret dan Borgol Edi Chou Sebagai Aktor Intelektual

Ilustrasi Oli Palsu atau ILegal (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Pontianak – Nyali dan integritas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) kini berada di ujung tanduk taruhan menyusul terbongkarnya skandal gudang pelumas ilegal skala raksasa di wilayah hukum mereka. Publik dan berbagai elemen sipil kini terang-terangan mengarahkan telunjuk kepada satu nama yang diduga kuat menjadi target operasi utama sekaligus bos besar di balik bisnis hitam ini, yakni Edi Chou.

Korps korps baju cokelat kini ditantang untuk bergerak cepat membongkar gurita bisnis haram tersebut serta berani menyeret Edi Chou ke hadapan hukum tanpa harus gentar oleh bayang-bayang tameng pelindung dari pusat.

Skandal kakap ini langsung memantik reaksi keras dari Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, yang mendesak Polda Kalbar agar menangani perkara penggerebekan gudang pelumas palsu tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Sugeng menegaskan bahwa penegakan hukum ini merupakan ujian berat bagi Kapolda karena penggerebekan justru sukses dieksekusi oleh tim gabungan lintas instansi, termasuk BAIS TNI, BIN, Kejaksaan, hingga Bea Cukai.

IPW meminta penyidik segera menerapkan pasal berlapis dari Undang-Undang Industri, Undang-Undang Perdagangan, hingga Undang-Undang Perlindungan Konsumen jika terbukti Edi Chou mendaur ulang oli bekas ke dalam kemasan bermerek terkenal guna menipu jutaan konsumen.

IPW juga mengultimatum polisi agar tidak menjadikan desas-desus adanya sokongan kekuatan politik atau “beking” pusat sebagai alasan untuk memperlambat penetapan tersangka terhadap sang aktor intelektual. Sejalan dengan hal itu, pengamat kepolisian Bambang Rukmito menilai keberhasilan operasi gabungan non-polisi ini menjadi indikator kuat bahwa mafia oli palsu ini memiliki power yang lebih besar daripada Polda Kalbar.

Bambang menyentil bahwa institusi Polri memiliki perangkat yang sangat besar, sehingga jika mereka gagal menangkap Edi Chou dan membongkar dalang kejahatan ini, hal itu bukan karena polisi tidak mampu, melainkan karena aparat memang sengaja “tidak mau” menyentuh sang pengusaha.

“Kalau sudah naik sidik, siapa pun yang bisa dimintai pertanggungjawaban pidana harus segera ditangkap dan ditahan. Tidak perlu khawatir terhadap beking-beking yang katanya dari pusat, karena mereka pasti akan mundur jika polisi bersikap tegas. Jika oli ini terbukti dari China lalu dikemas ulang secara ilegal dengan merek lokal, pelaku juga harus dijerat pasal berlapis menggunakan Undang-Undang Merek atau Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI),” tegas Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso secara berapi-api.

Tekanan bernada amarah juga meledak dari Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Kalbar yang mengaku selama bertahun-tahun menjadi korban utama dari kebiadaban peredaran oli palsu peliharaan mafia ini.

Ketua Organda Kalbar, Mat Ruji, secara blak-blakan menuntut negara agar hadir dan tidak kalah oleh komplotan mafia seperti Edi Chou yang dengan tega merusak mesin kendaraan masyarakat demi meraup kekayaan pribadi. Organda meyakini ada keterlibatan oknum aparat korup yang menyuburkan bisnis ini hingga bisa beroperasi bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum di pinggiran kota.

Dukungan serupa juga mengalir dari Ketua Aliansi Lintas Etnis sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Kalbar, Sunandar, yang mengancam akan mengerahkan massa organisasi pemuda untuk mengepung dan mengawal kasus ini jika Polda Kalbar berani bermain mata atau tidak transparan dalam merilis status hukum Edi Chou.

Kemarahan kolektif ini semakin dipertegas oleh kesaksian warga seperti Ibrahim yang mengeluhkan betapa produk ilegal ini telah menjebol kantong warga kecil akibat kerusakan mesin permanen yang membahayakan keselamatan nyawa pengendara di jalan raya.

Masyarakat menuntut polisi tidak hanya berhenti pada penyegelan dinding gudang, melainkan harus mengejar rantai distribusi dan menangkap Edi Chou selaku penyokong dana utama. Publik kini menanti apakah Polda Kalbar memiliki keberanian untuk menegakkan keadilan dengan memborgol Edi Chou, atau justru memilih tunduk di bawah kaki gurita mafia pelumas yang telah lama mengisap darah konsumen di Kalimantan Barat.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store