Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana Suarakan Ketimpangan Lewat Mimbar Bebas

20260606_015909

Jurnalis:

Kabar Baru, Gorontalo – Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana menggelar mimbar bebas dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (5/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00–22.00 WITA itu merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang sebelumnya diawali dengan penggalangan dana selama dua hari berturut-turut.

Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana merupakan gabungan dari sejumlah organisasi kemahasiswaan, yakni Senat Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan, Senat Fakultas Pertanian, Paguyuban Kesatuan Pelajar Mahasiswa Parigi Moutong (KPMP), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Agribisnis, HMJ Peternakan, HMJ Agroteknologi, serta HMJ Teknologi Hasil Pangan.

Mengusung tema “Menagih Janji Keadilan Sosial di Atas Ketimpangan Nyata”, para peserta menyampaikan aspirasi, kritik, dan keresahan terkait kondisi sosial masyarakat yang dinilai masih jauh dari cita-cita keadilan sosial sebagaimana termuat dalam sila kelima Pancasila.

Mimbar bebas diisi dengan berbagai penampilan, seperti pembacaan puisi, orasi ilmiah, pidato, serta penyampaian pendapat secara terbuka. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan sosial, termasuk penanganan bencana yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat terdampak.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Sahril, mengatakan mimbar bebas menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menjalankan perannya sebagai penyambung aspirasi rakyat dan agen perubahan.

“Situasi yang terjadi di Kecamatan Biau hari ini menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan keadilan. Karena itu, mahasiswa perlu menyuarakan keresahan terhadap kebijakan yang belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanganan bencana,” ujarnya.

Menurut Sahril, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut relevan dengan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat. Ia menilai sila kelima Pancasila harus menjadi landasan bagi pemerintah dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara untuk melakukan evaluasi terhadap program-program yang akan dijalankan ke depan agar lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah harus lebih fokus pada apa yang dibutuhkan masyarakat. Program yang dijalankan seharusnya memberikan manfaat nyata, bukan sekadar bersifat populis atau berorientasi pada kepentingan politik sesaat,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat antusiasme dari mahasiswa maupun masyarakat yang hadir hingga acara berakhir.***

Penulis: Yuni Hasan

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store