Selebgram dan Anak Pejabat Terjaring Razia di THM Pekanbaru, Positif Narkoba

Jurnalis: Zulfikar Rasyid
Kabar Baru, Pekanbaru – Sebanyak 13 orang terjaring razia gabungan di Kota Pekanbaru, Riau. Dari belasan orang itu, satu adalah anak kepala daerah berinisial AF ikut diangkut.
AF diamankan di tempat hiburan malam bersama teman-temannya. Saat petugas POM TNI dan Propam Polda Riau datang, para remaja diduga sedang pesta narkoba.
“Terhadap 13 orang penyalahgunaan narkotika ini, diserahkan ke Polresta Pekanbaru,” kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman.
Setelah dilakukan penggerebekan pesta narkoba, Satres Narkoba Polresta dapat laporan dan mendatangi lokasi kejadian. Polisi lalu menerima penyerahan 13 orang remaja tersebut.
Remaja yang diserahkan itu terdiri dari delapan pria dan lima wanita. Mereka tercatat berasal dari Pekanbaru, Kampar dan Pelalawan.
Adapun remaja laki-laki berinisial KS (32), RR (22), GFA (23), TT (28), AF (21) FAY (24), FER (22) dan IRF (22). Kemudian, lima remaja wanita berinisial FA (23), RR (23), SAP (22), SA (23) dan ARS (23).
Sementara remaja wanita berinisial SA, diketahui seorang selebgram. SA lebih dikenal dengan panggilan Cut Salsa itu terlihat ikut diamankan.
Petugas menyita barang bukti ganja kering sebanyak 9,8 gram serta 4 buah cairan etomidate dari pelaku FER. Kemudian, petugas menyita 1,2 gram ganja kering dari pelaku FAY.
“Barang bukti masih berada di laboratorium, sehingga tidak bisa kami tampilkan,” kata Muharman.
Setelah diamankan para remaja dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan cek urine. Hasilnya, semua pelaku positif narkoba.
“Tiga orang positif memakai ganja, selebihnya positif etomidate,” sebut Muharman.
Terkait dugaan keterlibatan anak pejabat di Kabupaten Pelalawan, Kombes Muharman enggan menjawab.
“Untuk latarbelakang pelaku, maaf kami tidak bisa menjawab,” kata Muharman.
Penanganan perkara pengguna narkoba ini, selanjutnya dilakukan Tim Asesmen Terpadu (TAT), yang terdiri dari penyidik kepolisian, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), kejaksaan dan dokter medis.
Kepala BNNK Pekanbaru, Kombes Wawan Setiawan mengatakan, hasil asesmen 1 orang pelaku lanjut ke tingkat penyidikan atau ditahan.
Lalu, 1 orang dilakukan rawat inap selama 3 bulan dan 11 orang pelaku lainnya rawat jalan 3 sampai 6 kali.
Wawan menyebut, untuk pelaku AF, yang diketahui anak anak pejabat, positif ganja dan etomidate.
“Itu positif ganja dan etomidate,” sebut Wawan dalam konferensi pers di Polresta Pekanbaru.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
