Fenomena Mythical Immortal di Mobile Legends: Antara Prestasi dan Gengsi

Editor: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Jakarta– Di era digital saat ini, game online tidak lagi sekadar hiburan, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan generasi muda. Salah satu game yang sangat populer adalah Mobile Legends: Bang Bang. Dengan jutaan pemain aktif, game ini menghadirkan sistem peringkat yang menjadi tolok ukur kemampuan pemain.
Salah satu peringkat yang kini banyak diperbincangkan adalah Mythical Immortal. Rank ini merupakan tingkatan tertinggi dalam Mobile Legends dan sering dianggap sebagai simbol pencapaian terbesar. Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan: apakah Mythical Immortal benar-benar mencerminkan prestasi, atau hanya sekadar gengsi di kalangan pemain?
Tidak dapat dipungkiri, mencapai Mythical Immortal bukanlah hal yang mudah. Pemain harus memiliki keterampilan bermain yang tinggi, memahami strategi permainan, serta mampu bekerja sama dengan tim secara efektif. Selain itu, konsistensi dalam bermain juga menjadi kunci utama.
Menurut Ryan dan Deci (2000), individu memiliki dorongan untuk mencapai kompetensi sebagai bagian dari motivasi intrinsik. Dalam konteks ini, pencapaian rank tinggi dapat menjadi bentuk aktualisasi diri pemain. Artinya, Mythical Immortal bisa dianggap sebagai prestasi nyata bagi mereka yang mencapainya melalui usaha dan kemampuan.
Namun, fenomena Mythical Immortal tidak hanya berhenti pada aspek prestasi. Di era media sosial, pencapaian dalam game sering kali dijadikan sebagai bentuk eksistensi diri. Banyak pemain membagikan rank mereka sebagai bentuk kebanggaan.
Hal ini sejalan dengan pemikiran Thorstein Veblen (1899) yang menyatakan bahwa individu cenderung menunjukkan pencapaian untuk memperoleh pengakuan sosial. Dalam konteks Mobile Legends, rank tinggi seperti Mythical Immortal dapat menjadi simbol status di komunitas game.
Bahkan, tidak sedikit pemain yang mengejar rank tinggi hanya untuk mengikuti tren. Praktik seperti bermain secara berlebihan atau menggunakan jasa joki juga menjadi indikasi bahwa pencapaian tersebut tidak selalu murni berasal dari kemampuan pribadi.
Melihat dua sisi tersebut, Mythical Immortal sebenarnya memiliki makna yang kompleks. Di satu sisi, rank ini merupakan bentuk prestasi yang diperoleh melalui usaha dan dedikasi. Namun di sisi lain, rank ini juga bisa menjadi simbol gengsi yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan tren.
Oleh karena itu, penilaian terhadap Mythical Immortal tidak bisa dilakukan secara mutlak. Semua bergantung pada bagaimana proses pemain dalam mencapainya. Jika diraih dengan usaha sendiri, maka hal tersebut layak disebut prestasi. Namun jika hanya dijadikan alat untuk pamer, maka nilainya menjadi berbeda.
Fenomena Mythical Immortal dalam Mobile Legends menunjukkan bahwa dunia game tidak hanya soal hiburan, tetapi juga berkaitan dengan identitas dan pengakuan sosial. Di tengah tren ini, penting bagi pemain untuk tetap bijak dalam memaknai pencapaian.
Pada akhirnya, rank tinggi seharusnya menjadi motivasi untuk berkembang, bukan sekadar alat untuk mencari validasi dari orang lain. Dengan begitu, game dapat memberikan dampak yang lebih positif, baik secara personal maupun sosial.
Penulis: Alya Nur Isfina, Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pamulang (UNPAM).
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

