Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Mahasiswa Hukum Unpam Gelar PKM Sekolah Bersinar Anti Narkoba Tangerang Selatan

WhatsApp Image 2026-05-20 at 15.05.03
Foto bersama usai kegiatan.

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Fenomena ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga mulai merambah lingkungan sekolah, komunitas masyarakat, hingga wilayah pinggiran perkotaan. Berdasarkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang di Yayasan Pendidikan Islam Darussalam Pondok Aren, ditemukan bahwa faktor utama yang menyebabkan remaja rentan terhadap narkoba adalah lemahnya pengawasan keluarga dan kurangnya kontrol sosial lingkungan sekitar. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya narkoba, dampak sosialnya, serta pentingnya membangun lingkungan yang sehat dan suportif.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penyuluhan hukum, seminar edukatif, simulasi penolakan terhadap ajakan negatif teman sebaya, serta diskusi kelompok mengenai faktor risiko penyalahgunaan narkotika. Kegiatan ini menjadi sangat penting karena banyak remaja yang masih menganggap narkoba sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka, padahal ancaman tersebut dapat datang dari lingkungan pergaulan sehari-hari.

Selain itu, perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi salah satu faktor yang mempermudah masuknya pengaruh negatif kepada remaja. Oleh sebab itu, melalui kegiatan PKM ini mahasiswa berusaha menanamkan kesadaran bahwa menjaga diri dari narkoba bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat secara bersama-sama. Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan moral dan mental bagi siswa agar mampu menghadapi tekanan sosial di lingkungan pergaulan modern.

Kegiatan PKM dimulai dengan tahap persiapan yang dilakukan secara sistematis oleh seluruh anggota kelompok mahasiswa. Pada tahap awal, tim melakukan observasi lapangan dan diskusi bersama pihak yayasan untuk mengetahui kondisi sosial para siswa serta memahami permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah.

Berdasarkan hasil observasi tersebut diketahui bahwa sebagian siswa masih memiliki pemahaman yang minim mengenai dampak sosial dan hukum dari penyalahgunaan narkoba. Banyak siswa hanya mengetahui dampak fisik narkoba tanpa memahami konsekuensi sosial seperti hilangnya kepercayaan keluarga, kerusakan masa depan, hingga ancaman pidana sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Setelah melakukan observasi, tim PKM menyusun materi presentasi, modul edukasi, infografis, serta video pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya komunikasi remaja agar lebih mudah dipahami dan menarik perhatian peserta. Selain itu, tim juga mempersiapkan susunan acara, perlengkapan dokumentasi, sistem audio visual, dan pembagian tugas masing-masing anggota kelompok agar pelaksanaan kegiatan berjalan efektif. Persiapan yang matang menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan karena materi yang disampaikan harus mampu memberikan pengaruh positif terhadap pola pikir siswa. Mahasiswa juga melakukan koordinasi intensif dengan guru dan pengurus yayasan untuk memastikan jumlah peserta, waktu pelaksanaan, serta kesiapan tempat kegiatan. Melalui proses persiapan ini, mahasiswa belajar bahwa kegiatan pengabdian masyarakat membutuhkan kerja sama tim, komunikasi yang baik, dan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Pada hari pelaksanaan kegiatan PKM, acara dimulai dengan pembukaan resmi yang dihadiri oleh pihak yayasan, guru pembimbing, mahasiswa, dan seluruh peserta didik. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh antusias karena siswa merasa tertarik dengan tema yang dibahas. Dalam sesi pertama, mahasiswa memberikan seminar edukasi mengenai pengertian narkoba, jenis-jenis narkotika, serta dampak buruk penyalahgunaan zat adiktif bagi kesehatan fisik maupun mental. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh remaja sehingga peserta lebih aktif dalam mengikuti kegiatan.

Tim PKM menjelaskan bahwa narkoba dapat merusak sistem saraf, menurunkan konsentrasi belajar, menyebabkan gangguan mental, serta memicu tindakan kriminal. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana pengaruh lingkungan dan tekanan teman sebaya dapat menjadi faktor utama yang mendorong remaja mencoba narkoba. Dalam seminar tersebut, mahasiswa juga menyampaikan pentingnya komunikasi yang baik antara anak dan orang tua sebagai bentuk perlindungan utama dari pengaruh negatif lingkungan.

Para siswa diberikan contoh kasus nyata mengenai korban penyalahgunaan narkoba yang kehilangan masa depan akibat salah pergaulan. Melalui pendekatan ini, peserta mulai memahami bahwa narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman serius bagi kehidupan sosial dan masa depan generasi muda. Kegiatan seminar berlangsung sangat komunikatif karena siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat mereka terkait fenomena narkoba di lingkungan sekitar.

Selain seminar edukasi, kegiatan PKM juga dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial siswa terhadap bahaya narkoba. Dalam sesi ini, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan berbagai faktor yang dapat menyebabkan remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Setiap kelompok diminta mengidentifikasi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka.

Hasil diskusi menunjukkan bahwa faktor pergaulan bebas, kurangnya perhatian keluarga, rasa ingin tahu yang tinggi, serta pengaruh media sosial menjadi penyebab utama meningkatnya risiko penyalahgunaan narkoba pada remaja. Mahasiswa kemudian memberikan arahan mengenai cara menghindari lingkungan negatif dan pentingnya memilih teman yang memberikan pengaruh positif. Diskusi berlangsung secara aktif karena siswa merasa lebih nyaman menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka dalam kelompok kecil.

Melalui kegiatan FGD ini, peserta belajar untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar mereka dan memahami bahwa menjaga diri dari narkoba membutuhkan keberanian untuk mengatakan tidak terhadap ajakan negatif. Mahasiswa juga mengajarkan konsep peer-pressure management atau kemampuan mengelola tekanan teman sebaya agar siswa tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang buruk. Sesi diskusi ini menjadi salah satu bagian paling penting dalam kegiatan PKM karena mampu membangun kesadaran kritis siswa secara langsung melalui interaksi dan pengalaman nyata yang mereka alami sehari-hari.

Kegiatan berikutnya adalah simulasi psikodrama atau role-play yang dirancang untuk melatih keberanian dan kemampuan siswa dalam menghadapi situasi berisiko. Dalam simulasi tersebut, beberapa siswa diminta memerankan situasi ketika seseorang diajak mencoba narkoba oleh teman sebayanya. Peserta lain kemudian diminta memberikan solusi dan menunjukkan cara menolak ajakan tersebut secara tegas namun tetap sopan. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif karena siswa dapat mempraktikkan langsung bagaimana menghadapi tekanan sosial di kehidupan nyata. Mahasiswa menjelaskan bahwa banyak remaja terjerumus narkoba karena tidak memiliki keberanian untuk menolak ajakan teman.

Oleh sebab itu, kemampuan komunikasi asertif sangat penting untuk dimiliki sejak usia sekolah. Selain itu, simulasi ini juga mengajarkan siswa agar tidak mudah percaya terhadap informasi menyesatkan mengenai narkoba yang sering beredar di media sosial maupun lingkungan pergaulan. Dalam sesi ini terlihat bahwa sebagian besar siswa mulai memahami pentingnya menjaga prinsip hidup dan membangun rasa percaya diri dalam mengambil keputusan. Simulasi psikodrama menjadi metode pembelajaran yang efektif karena peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga mengalami secara langsung situasi yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metode interaktif seperti ini, pesan edukasi menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta.

Mahasiswa PKM juga memberikan edukasi mengenai aspek hukum penyalahgunaan narkoba berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang serius, baik bagi pengguna maupun pengedar. Siswa diberikan pemahaman bahwa hukum tidak hanya bertujuan menghukum pelaku, tetapi juga melindungi masyarakat dari bahaya narkotika. Mahasiswa menjelaskan bahwa remaja yang terlibat dalam kasus narkoba dapat kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan dan pekerjaan karena memiliki catatan hukum.

Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai hak rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba agar mereka memahami bahwa korban harus dibantu untuk pulih, bukan hanya dihukum. Edukasi hukum ini sangat penting karena masih banyak siswa yang belum memahami posisi hukum remaja dalam kasus narkotika. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para siswa dapat lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan dan memahami risiko hukum yang dapat menghancurkan masa depan mereka. Penyuluhan hukum dilakukan dengan pendekatan sederhana dan disertai contoh kasus nyata agar mudah dipahami oleh peserta didik. Dengan adanya pemahaman hukum sejak dini, diharapkan siswa memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas narkotika.

Dalam pelaksanaan PKM, mahasiswa juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Mahasiswa menjelaskan bahwa keluarga merupakan tempat pertama bagi anak dalam membentuk karakter, moral, dan pola pikir. Orang tua yang memiliki komunikasi baik dengan anak cenderung lebih mudah mengetahui perubahan perilaku yang mengarah pada penyalahgunaan zat berbahaya.

Sebaliknya, kurangnya perhatian dan komunikasi dalam keluarga dapat membuat remaja mencari pelarian di luar rumah dan rentan terpengaruh lingkungan negatif. Oleh sebab itu, mahasiswa mengajak para siswa untuk lebih terbuka kepada orang tua mengenai masalah yang mereka hadapi. Selain itu, mahasiswa juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan media sosial dan lingkungan pergaulan anak. Dalam sesi ini, beberapa siswa menyampaikan bahwa mereka sering merasa kesulitan berkomunikasi dengan keluarga karena kesibukan orang tua.

Mahasiswa kemudian memberikan motivasi agar siswa tetap berusaha membangun hubungan yang baik dengan keluarga karena dukungan emosional dari orang tua sangat penting bagi perkembangan mental remaja. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pencegahan narkoba tidak dapat dilakukan hanya melalui hukuman, tetapi juga melalui pendekatan kasih sayang, komunikasi, dan perhatian dalam keluarga. Melalui pemahaman ini, siswa mulai menyadari bahwa keluarga memiliki peran besar dalam menentukan arah masa depan anak.

Selain menyoroti peran keluarga, kegiatan PKM juga menekankan pentingnya lingkungan sosial yang sehat dalam membentuk karakter remaja. Mahasiswa menjelaskan bahwa lingkungan sekolah dan masyarakat memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak muda. Lingkungan yang positif akan mendorong siswa untuk berprestasi dan mengembangkan potensi diri, sedangkan lingkungan negatif dapat menjadi pintu masuk bagi perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba.

Oleh karena itu, mahasiswa mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menciptakan budaya sekolah yang sehat, aman, dan saling mendukung. Dalam kegiatan ini, siswa diajak membuat komitmen bersama untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan menjaga teman-teman mereka dari pengaruh buruk lingkungan. Mahasiswa juga menekankan pentingnya kegiatan positif seperti olahraga, organisasi, dan kegiatan keagamaan sebagai sarana pengembangan diri remaja.

Melalui aktivitas positif, siswa dapat menyalurkan energi dan kreativitas mereka ke arah yang bermanfaat sehingga terhindar dari perilaku negatif. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan semangat kebersamaan di antara peserta karena mereka merasa memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif. Kesadaran kolektif seperti ini sangat penting dalam upaya pencegahan narkoba di kalangan generasi muda.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa bersama pihak yayasan melaksanakan deklarasi pelajar anti-narkoba sebagai bentuk komitmen moral seluruh peserta untuk menjauhi narkoba dan menciptakan lingkungan sehat di sekolah maupun masyarakat. Deklarasi dilakukan secara bersama-sama dengan penuh semangat dan diikuti penandatanganan simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan anti-narkoba. Kegiatan PKM ini memberikan dampak yang sangat positif bagi siswa karena mereka memperoleh pengetahuan baru mengenai bahaya narkoba, dampak sosial, aspek hukum, serta pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga dan membangun lingkungan sosial yang sehat. Mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu hukum secara langsung kepada masyarakat serta belajar memahami kondisi sosial remaja di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan PKM ini diharapkan tercipta generasi muda yang memiliki kesadaran hukum, mental yang kuat, serta keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan masa depan bangsa.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store