Orlando Sebut Dirjen Bea Cukai Ketemu Pemilik PT Blueray Cargo di Hotel Borobudur

Jurnalis: Hanum Aprilia
Kabar Baru, Jakarta – Sidang dugaan suap impor PT Blueray Cargo di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat kembali mengungkap fakta baru yang mengejutkan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) kini tengah menyoroti dugaan pertemuan tertutup di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, yang melibatkan sejumlah pejabat teras Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Fakta tersebut terkuak saat Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC, Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy, bersaksi di persidangan pada Rabu (20/05/2026) kemaren.
JPU menilai rangkaian pertemuan terselubung ini memiliki keterkaitan erat dengan konstruksi perkara suap yang menjerat perusahaan impor tersebut.
“Kami mengungkap bahwa pertemuan itu memang ada, dan saksi tadi menyampaikan bahwa agenda tersebut berlangsung enam mata,” ujar JPU M Takdir Suhan usai persidangan.
Menghadirkan Pemilik PT Blueray Cargo
Dalam persidangan, Ocoy mengaku tidak mengetahui siapa yang menginisiasi pertemuan di hotel mewah tersebut.
Ia berdalih hanya menjalankan perintah dari mantan atasannya, Sisprian Subiaksono (mantan Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC).
Sisprian memintanya menghubungi pemilik PT Blueray Cargo, John Field, agar bersedia hadir.
Suasana sidang sempat menegang saat jaksa mempertanyakan isi dan tujuan pertemuan tersebut.
Karena Ocoy menjawab dengan terbata-bata, jaksa langsung membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik saksi untuk menyegarkan ingatannya.
“Saya bantu sebutkan, mau ketemu dengan Pak Dirjen, Pak Djaka, kemudian Pak Rizal, sama Pak Sisprian, begitu kah?” tanya jaksa tegas.
“Iya Pak,” jawab Ocoy membenarkan isi BAP-nya.
Ocoy menambahkan bahwa John Field tiba lebih awal di lokasi.
Berdasarkan keterangan Ocoy, John Field bahkan belum mengenal Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, saat menghadiri pertemuan itu.
Pertemuan Rahasia yang Janggal
Pada akhirnya, Ocoy membenarkan bahwa pertemuan rahasia itu benar-benar terjadi.
Pertemuan bernuansa enam mata tersebut mempertemukan tiga orang penting, yaitu Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Rizal Fadillah, serta bos PT Blueray Cargo John Field.
Pihak kejaksaan memandang pola pertemuan tertutup di luar kantor ini sebagai sesuatu yang tidak wajar dan mencurigakan.
Apalagi, jaksa menemukan indikasi bahwa pola serupa juga terjadi di hotel lain, seperti Hotel Four Seasons.
Takdir pun mempertanyakan urgensi para pejabat negara tersebut melakukan pencatatan atau pembahasan di hotel secara sembunyi-sembunyi.
“Ngapain sih enam mata di hotel? Padahal di kantor itu saja aulanya ada,” pungkas Takdir keheranan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

