Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Dari Tugas Kelompok ke Viral Nasional: Kronologi Dugaan Perundungan Guru di Purwakarta

IMG_20260420_143908
Kepala Disdik Jabar, Purwanto, turun langsung ke Sekolah untuk memastikan kondisi korban sekaligus menggali fakta di lapangan.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan perundungan terhadap seorang guru di SMAN 1 Purwakarta yang viral di media sosial. Kepala Disdik Jabar, Purwanto, turun langsung ke sekolah untuk memastikan kondisi korban sekaligus menggali fakta di lapangan.

Dalam keterangannya, Purwanto memastikan bahwa guru PKN yang menjadi korban, Atun, dalam kondisi baik. “Saya sudah bertemu langsung dengan Bu Atun, alhamdulillah sehat. Kami ingin memastikan kejadian ini dilihat secara utuh dan objektif,” ujarnya. Senin (20/4).

Berawal dari Pembelajaran Kelompok

Peristiwa tersebut bermula saat kegiatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dengan metode kerja kelompok bertema keberagaman budaya. Siswa diminta menampilkan berbagai kreasi seperti makanan, tarian, lagu, hingga kesenian daerah.

Namun, menjelang presentasi terjadi perubahan susunan kelompok. Salah satu kelompok yang beranggotakan sembilan siswa harus tampil di sesi terakhir. Dalam prosesnya, kelompok tersebut sempat tidak berada di kelas saat giliran presentasi berlangsung.

Meski akhirnya tetap menyelesaikan tugas dan berfoto bersama guru, muncul rekaman video yang kemudian beredar luas di media sosial dan memicu polemik.

Pembinaan 3 Bulan, Libatkan Orang Tua dan Psikolog

Disdik Jabar menegaskan bahwa penanganan kasus ini mengedepankan pendekatan pembinaan. Para siswa yang terlibat tidak akan dikeluarkan dari sekolah, melainkan menjalani program pembinaan selama tiga bulan.

Program tersebut meliputi kegiatan sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat, pendampingan intensif oleh guru dan psikolog, serta evaluasi rutin bersama orang tua setiap pekan.

“Anak-anak ini tetap harus mendapatkan hak pendidikannya. Fokus kami adalah membentuk karakter dan memastikan mereka belajar dari kesalahan,” tegas Purwanto.

Pihaknya juga membuka kemungkinan langkah lanjutan, termasuk pembinaan khusus di barak, dengan tetap mempertimbangkan aspek psikologis dan pendidikan siswa.

Penggunaan Gawai Diperketat

Purwanto menyoroti kuatnya pengaruh media sosial terhadap perilaku siswa saat ini. Ia menekankan bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sosial.

Sebagai langkah konkret, Disdik Jabar menginstruksikan sekolah untuk memperketat penggunaan telepon genggam di kelas. Siswa diminta menyimpan ponsel selama proses belajar mengajar berlangsung.

“Jangan sampai saat guru mengajar, siswa justru sibuk dengan media sosial. Penggunaan gawai harus terarah dan sesuai kebutuhan pembelajaran,” katanya.

Ia juga mengingatkan adanya regulasi pemerintah terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun yang perlu diterapkan secara konsisten.

Sikap Bijak Guru, Harap Siswa Berubah

Di sisi lain, Atun menunjukkan sikap bijak sebagai pendidik dengan memaafkan para siswa. Ia menilai peristiwa ini sebagai bagian dari proses pembelajaran karakter.

“Saya memaafkan mereka. Sebagai guru, tugas saya membimbing agar anak-anak menjadi pribadi yang lebih baik. Anak yang salah tidak selamanya salah, mereka bisa berubah,” ungkapnya.

Atun menambahkan bahwa dalam kegiatan tersebut, ia tetap berupaya memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh kelompok, meskipun terdapat dinamika di lapangan.

Refleksi Dunia Pendidikan

Kasus ini menjadi refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Purwanto menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.

“Program pendidikan karakter hanya akan berhasil jika semua pihak memiliki komitmen yang sama. Ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan literasi digital, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, berkarakter, dan berintegritas. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store