Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Cegah Konflik, Kemenag Perkuat Sistem Peringatan Dini Si-Rukun

kabarbaru.co

Jurnalis:

Kabar Baru, Bekasi — Kementerian Agama Republik Indonesia memperkuat sistem peringatan dini potensi konflik keagamaan melalui aplikasi Early Warning System (EWS) Si-Rukun. Penguatan dilakukan lewat bimbingan teknis yang digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama di Hotel Aston Imperial Bekasi, Rabu (25/2/2026), dengan mematangkan peran viewer dan verifikator sebagai garda depan deteksi dini.

Si-Rukun dirancang sebagai ekosistem digital untuk membaca potensi gesekan sosial sebelum berkembang menjadi konflik terbuka. Sistem ini menjadi bagian dari strategi preventif pemerintah dalam merawat kerukunan di tengah keragaman masyarakat Indonesia.

Kepala PKUB Kemenag, M. Adib Abdushomad, menegaskan aplikasi tersebut menempati posisi prioritas dalam arsitektur digital Kemenag. Di tengah rencana efisiensi ribuan aplikasi internal, Si-Rukun dipastikan tetap berjalan karena fungsinya yang dinilai krusial bagi stabilitas nasional. Aplikasi ini telah diluncurkan Menteri Agama pada November 2025.

“Tujuan kita jelas, harus ada hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Sistem ini akan menjadi tool deteksi dini di seluruh Indonesia,” ujar Adib saat membuka kegiatan.

Sebagai tahap awal, Kemenag menetapkan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah sebagai proyek percontohan nasional. Keberhasilan implementasi di tiga wilayah itu akan dipresentasikan dalam forum internasional INSPIRE (International Symposium for Peace, Integrity, and Responsive Eco-Theology) sebagai wujud komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian global.

Dalam skema operasionalnya, pejabat eselon II dan III serta Kepala KUA bertugas sebagai viewer yang memantau kronologi kasus secara real time. Sementara itu, Kepala Tim Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Provinsi dan Kasubbag TU Kemenag Kabupaten/Kota berperan sebagai verifikator. Mereka memvalidasi data lapangan dan merumuskan langkah penyelesaian sebelum isu berkembang menjadi konflik terbuka.

Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama, Adimin Diens, menyebut dialog sebagai kunci utama menjaga kerukunan. EWS Si-Rukun, kata dia, bekerja dengan membaca fase laten atau bibit ketidakpuasan di masyarakat sebelum termanifestasi menjadi konflik.

Secara teknis, aplikasi ini bertumpu pada tiga pilar: deteksi dini, respons cepat, dan cegah dini. Verifikator menjadi penghubung antara data digital dan realitas sosial, berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), majelis agama, serta tokoh masyarakat untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah di tingkat lokal.

Kemenag menilai teknologi saja tidak cukup. Integrasi antara akurasi data dan pendekatan empatik di lapangan menjadi kunci agar Si-Rukun efektif sebagai instrumen pencegah konflik, sekaligus penjaga stabilitas harmoni di berbagai daerah.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store