Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Organisasi Petani Asia Pasifik Dorong Akses Pasar dan Transisi Agroekologi

kabarbaru.co

Jurnalis:

No Kabar Baru, Jakarta — Organisasi petani di kawasan Asia Pasifik menyatakan telah menjangkau jutaan petani kecil dan keluarga petani sepanjang implementasi program 2021–2025. Penguatan koperasi, advokasi kebijakan, dan perluasan akses pasar menjadi strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan regional yang digelar di Mercure Jakarta Batavia, Selasa (24/2).

Sekretaris Jenderal Asian Farmers’ Association (AFA), Esther Penunia, mengatakan capaian paling signifikan dari program itu adalah keberhasilan menjangkau petani kecil secara luas sekaligus menghadirkan layanan konkret yang berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.

“Pencapaian paling penting adalah kami berhasil menjangkau jutaan petani kecil dan keluarga petani serta memberikan layanan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Esther.

Ia menjelaskan, dukungan tersebut mencakup penguatan koperasi dan unit usaha, advokasi kebijakan, serta peningkatan kapasitas organisasi petani. Sejumlah koperasi bahkan mampu meningkatkan pendapatan anggota hingga 20–40 persen melalui penjualan kolektif dan pengolahan produk bernilai tambah.

“Dengan membantu petani membentuk koperasi, melakukan penjualan kolektif, dan pengolahan bersama, mereka mampu meningkatkan pendapatan,” katanya.

Ke depan, AFA akan memperkuat transisi menuju agroekologi melalui program Farmers’ Organizations for Impact (FO4 Impact). Program ini diarahkan untuk memastikan proses produksi, pengolahan, dan pemasaran selaras dengan prinsip pertanian yang adil, tangguh, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Nuruddin, Koordinator Steering Committee NIA, menjelaskan bahwa sejak 2021 penguatan organisasi petani difokuskan pada peningkatan keterlibatan dalam proses pengambilan kebijakan, mulai dari tingkat desa hingga nasional. Di tingkat desa, advokasi mendorong pemanfaatan dana desa untuk mendukung kelompok tani. Di tingkat kabupaten, pemerintah didorong menghadirkan regulasi yang memperkuat produk unggulan berbasis rantai nilai, khususnya beras ramah lingkungan dan organik.

Menurut Nuruddin, koperasi menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi tawar petani.

“Prinsipnya 3K: kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Kalau tiga hal ini terpenuhi, koperasi bisa mengelola keuangan internal secara mandiri dan petani tidak lagi tergantung pada tengkulak,” ujarnya.

Program ini mendapat dukungan hibah dari European Union dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Di tingkat nasional, dukungan juga diberikan melalui subsidi sertifikasi organik serta bantuan teknologi pasca-panen seperti mesin sangrai dan mesin pemisah warna beras melalui proses seleksi.

Meski demikian, tantangan masih besar. Organisasi petani menghadapi kelangkaan pupuk dan mahalnya benih, sementara perubahan iklim meningkatkan risiko wabah penyakit tanaman dan tekanan produksi.

Perwakilan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menegaskan petani harus diposisikan sebagai subjek pembangunan.

“Program ini menunjukkan bahwa petani harus menjadi subjek pembangunan. Dengan demikian, inovasi ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Delegasi Kyrgyzstan, Toolos Bostonbaev, menilai forum ini relevan di tengah dinamika global. Melalui program tersebut, negaranya berhasil mengakses pasar Eropa dan Amerika Serikat untuk produk non-kayu.

“Dalam situasi global, bahkan bisa disebut krisis global, kita perlu bersatu,” ujarnya.

Pertemuan yang dihadiri perwakilan 16 organisasi petani dari 14 negara Asia ini diharapkan memperkuat konsolidasi lintas negara, memperluas akses pasar global, serta mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada petani kecil.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store