KKNT Kemanusiaan UTM Koordinasikan Program Trauma Healing dan Edukasi di SD Negeri 2 Sawang

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Aceh Utara – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kemanusiaan Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) dibantu oleh relawan dari Universitas Malikussaleh (Unimal) melakukan koordinasi pelaksanaan program trauma healing dan edukasi di SD Negeri 2 Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu, (28/01/26).
Koordinasi ini bertujuan memastikan seluruh program yang dijalankan mahasiswa KKNT dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak positif bagi siswa, khususnya dalam pemulihan psikologis dan peningkatan semangat belajar pascabencana.
Kepala SD Negeri 2 Sawang, Yusmawati, menyambut baik kehadiran serta rencana program dari KKNT Kemanusiaan UTM. Menurutnya, kegiatan trauma healing dan edukasi sangat dibutuhkan oleh para siswa.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Anak-anak memerlukan pendampingan psikologis agar kembali ceria dan fokus belajar. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan motivasi dan rasa aman bagi siswa,” ujar Yusmawati.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKNT Kemanusiaan UTM, Sohib, menjelaskan bahwa program trauma healing dan edukasi dirancang secara interaktif dan menyenangkan agar mudah diterima oleh anak-anak.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik. Melalui permainan, cerita, dan edukasi ringan, kami berharap anak-anak kembali tersenyum dan lebih percaya diri,” ungkapnya.
Selain kegiatan sosialisasi, Haryo Triajie, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UTM, menyampaikan bahwa mahasiswa KKNT Kemanusiaan UTM juga membawa dua program kemanusiaan unggulan. Program pertama adalah penyaluran mesin penjernih air untuk membantu masyarakat mengatasi keterbatasan air bersih yang selama ini masih keruh dan belum layak konsumsi.
Program kedua berupa inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG), yakni pemanfaatan lumpur sisa banjir yang diolah menjadi bahan baku batu bata bernilai ekonomi sebagai upaya pemberdayaan masyarakat pascabencana.
“Melalui berbagai program tersebut, KKNT Kemanusiaan UTM diharapkan tidak hanya memberikan pendampingan edukatif, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh Utara.” ujarnya
DPL KKNT Kemanusiaan UTM, Ansori, menambahkan bahwa mahasiswa KKNT membawa banyak program ke Desa Paya Rabu Lhok, Kecamatan Sawang, mengingat masa pelaksanaan KKNT berlangsung selama dua bulan.
“Selama dua bulan pelaksanaan KKNT, mahasiswa membawa berbagai program kemanusiaan, inovasi dan edukasi. Salah satu programnya adalah trauma healing dan edukasi bagi anak-anak,” jelas Ansori.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

