Peneliti UIN Malang Teliti Tata Kelola Lahan Pesantren di Martapura

Jurnalis: Arif Muhammad
Kabar Baru, Martapura — Tim peneliti MoRA The Air Funds dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meneliti praktik pengelolaan lahan di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari pengembangan sistem informasi spasial edukatif bagi lembaga pendidikan Islam.
Penelitian yang dipimpin Dr. Devi Pramitha, M.Pd.I., bersama Faridatun Nikmah, M.Pd., dan Shobihatul Fitroh Noviyanti, M.Pd., dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam pada 30 Juli 2026. Kajian tersebut merupakan bagian dari riset bertajuk Pengembangan Sistem Informasi Spasial Edukatif untuk Tata Kelola dan Pembelajaran Berbasis Lahan di Lembaga Pendidikan Islam: Integrasi Nilai Islam dan Strategi Adaptif Indonesia–Belanda.
Tim peneliti diterima langsung oleh Ketua Pondok Pesantren Darussalam Martapura, KH. Hasanuddin Badruddin, beserta jajaran guru. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis untuk menggali pengalaman pesantren dalam mengelola lahan yang menopang aktivitas pendidikan, pengasuhan, dan kehidupan komunitas pesantren.
Salah satu pembahasan utama adalah karakteristik lahan pesantren di Kalimantan Selatan yang berada di kawasan dekat sungai. Kondisi geografis tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan strategi pembangunan dan pemanfaatan lahan agar tetap selaras dengan lingkungan sekitar.
“Salah satu pengelolaan lahan yang kami lakukan Adalah terkait lahan pembuangan limbah/ kotoran, dulu pembuangan limbah itu langsung ke Sungai belakang pondok ini, namun karena sempat terjadi erosi akhirnya kami membuat pagar pembatas antara pondok dan Sungai. Itu juga karena ketua pondok sebelumnya menjabat sebagai Bupati sehingga memberikan perhatian khusus kepada pondok untuk membangun kamar mandi yang layak digunakan untuk santri-santri,” tutur KH. Muhammad Naufal.

Bagi tim peneliti, pengalaman Pondok Pesantren Darussalam Martapura menjadi data penting untuk memahami bagaimana lembaga pendidikan Islam mengembangkan tata kelola lahan yang adaptif terhadap kondisi wilayah. Karakter geografis dan ekologis Kalimantan Selatan dinilai memberikan perspektif yang relevan dalam penyusunan model pengelolaan lahan berbasis data spasial.
Penelitian ini juga mengkaji integrasi nilai-nilai Islam dalam tata kelola lahan. Prinsip amanah, khalifah, kemaslahatan, keseimbangan (mizan), serta larangan melakukan kerusakan (fasad fil ardh) menjadi landasan konseptual dalam melihat hubungan manusia dengan tanah dan lingkungan.
“Kami sengaja memilih Pondok Pesantren Darussalam Martapura menjadi salah satu objek penelitian kami karena di pondok ini semua santrinya kalong, artinya tidak ada yang menginap di pondok. Mereka bebas memilih tinggal di rumah-rumah warga sekitar atau dari rumah masing-masing. Sistem ini juga tentunya berdampak terhadap peningkatan ekonomi dan sosial warga Masyarakat sekitar,” jelas Dr. Devi Pramitha selaku ketua tim riset.
Melalui temuan dari Pondok Pesantren Darussalam Martapura, tim berharap dapat memperkaya pengembangan model tata kelola dan pembelajaran berbasis lahan yang kontekstual serta adaptif terhadap karakteristik lembaga pendidikan Islam di berbagai daerah. Riset ini juga diarahkan untuk mempertemukan teknologi informasi spasial, pendidikan Islam, pengelolaan lahan, kearifan lokal, dan prinsip keberlanjutan lingkungan dalam satu kerangka pengembangan lembaga pendidikan Islam.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Radar Baru
Seedbacklink
