Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Lewat TikTok, Penata Anestesi Gen Z Berbagi Edukasi Persiapan Alat Sebelum Intubasi

Picture5fhjjjjjj
Dokumentasi foto Irfan Nur Sahid dan Akhmad Nurtaufik (Sumber: Dock pribadi).

Jurnalis:

Kabar Baru, Pelalawan – Di tengah pesatnya perkembangan media sosial, tenaga kesehatan mulai memanfaatkan platform digital sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. Jika sebelumnya TikTok lebih dikenal sebagai media hiburan, kini platform tersebut juga menjadi wadah untuk menyampaikan informasi kesehatan yang dikemas secara menarik, singkat, dan mudah dipahami. Langkah inilah yang dilakukan oleh dua Penata Anestesi asal Kabupaten Pelalawan, Irfan Nur Sahid dan Akhmad Nurtaufik, melalui konten edukasi mengenai pentingnya persiapan alat sebelum tindakan intubasi.

Konten edukasi tersebut diunggah melalui akun TikTok @irf4n.ns dan menampilkan proses persiapan statis sebelum tindakan intubasi. Persiapan statis merupakan tahapan awal yang dilakukan tenaga anestesi untuk memastikan seluruh peralatan yang akan digunakan telah tersedia, tersusun sesuai urutan penggunaan, serta dipastikan berfungsi dengan baik sebelum pasien menjalani prosedur anestesi maupun pemasangan jalan napas buatan (intubasi).

Video tersebut dikemas dengan bahasa yang sederhana, visual yang informatif, dan durasi yang singkat sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Tidak hanya bermanfaat bagi tenaga kesehatan dan mahasiswa, konten ini juga memberikan wawasan kepada masyarakat umum mengenai proses yang dilakukan di ruang operasi sebelum tindakan anestesi dimulai.

Dalam praktik anestesi, persiapan alat merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Sebelum tindakan dilakukan, seluruh peralatan harus diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kondisinya layak digunakan. Langkah ini bertujuan agar prosedur berjalan aman, efektif, serta meminimalkan risiko kendala teknis yang dapat memengaruhi keselamatan pasien.

Melalui video tersebut, Irfan Nur Sahid dan Akhmad Nurtaufik memperlihatkan berbagai peralatan yang dipersiapkan sebelum intubasi, di antaranya laringoskop beserta blade, endotracheal tube (ETT), stylet, syringe untuk mengembangkan cuff, pelumas, suction yang telah dipastikan berfungsi, bag valve mask (BVM), masker oksigen, serta perlengkapan penunjang lainnya. Selain menata alat sesuai urutan penggunaan, keduanya juga menunjukkan pentingnya melakukan pengecekan fungsi setiap alat sebelum digunakan.

Menurut Irfan Nur Sahid, media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi kesehatan karena mampu menjangkau masyarakat luas dalam waktu singkat. Ia berharap konten yang dibuat dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan alat sebelum tindakan intubasi.

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa sebelum tindakan intubasi dilakukan, ada proses persiapan alat yang harus dikerjakan secara teliti. Melalui TikTok, kami ingin mengenalkan proses tersebut dengan penyampaian yang sederhana sehingga lebih mudah dipahami,” ujar Irfan.

Sementara itu, Akhmad Nurtaufik menjelaskan bahwa persiapan alat bukan hanya sebatas menata perlengkapan di atas meja tindakan. Seluruh alat harus dipastikan lengkap, berfungsi dengan baik, dan siap digunakan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan.

“Persiapan yang baik merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan pasien. Ketika seluruh alat sudah siap sebelum tindakan dimulai, tim anestesi dapat bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan lebih fokus dalam memberikan pelayanan,” katanya.

Konten edukasi yang diunggah melalui akun TikTok @irf4n.ns tersebut mendapat respons positif dari warganet. Banyak pengguna memberikan apresiasi karena materi yang disampaikan dinilai mudah dipahami dan memberikan gambaran mengenai proses yang selama ini jarang diketahui masyarakat. Tidak sedikit pula mahasiswa kesehatan yang mengaku terbantu karena dapat melihat secara langsung bagaimana tahapan persiapan alat sebelum intubasi dilakukan sesuai praktik di lapangan.

Selain memberikan edukasi mengenai prosedur anestesi, konten tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan profesi Penata Anestesi kepada masyarakat. Selama ini, Penata Anestesi lebih banyak bekerja di balik layar, padahal memiliki peran penting dalam menyiapkan peralatan anestesi, membantu dokter spesialis anestesi selama tindakan, memantau kondisi pasien, hingga memastikan pelayanan anestesi berjalan aman sesuai standar keselamatan pasien.

Pemanfaatan media sosial sebagai media edukasi kesehatan juga menunjukkan bahwa tenaga kesehatan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat. Dengan penyajian yang kreatif, informasi kesehatan dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif menggunakan media sosial.

Melalui konten-konten edukatif yang terus dibagikan, Irfan Nur Sahid dan Akhmad Nurtaufik berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya persiapan alat sebelum intubasi serta mengenal lebih dekat peran Penata Anestesi dalam pelayanan kesehatan. Keduanya juga mengajak tenaga kesehatan, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana berbagi ilmu dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Mereka berharap semakin banyak konten edukasi yang lahir dari tenaga kesehatan sehingga informasi yang beredar di media sosial tidak hanya menarik, tetapi juga akurat, bermanfaat, dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan pasien dalam setiap tindakan medis.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store