Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Tensi Memanas! China Sebut Pengerahan Militer AS di Selat Hormuz Tindakan Ilegal

Desain tanpa judul - 2026-04-20T110649.141
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Presiden China (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Beijing – Pemerintah China melontarkan kecaman keras terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memerintahkan blokade total jalur perdagangan minyak global di Selat Hormuz.

Beijing menilai tindakan Washington mengancam mengusir hingga menenggelamkan kapal merupakan langkah sangat berbahaya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan peningkatan militer AS hanya memperburuk situasi Timur Tengah kian memanas.

Guo menegaskan bahwa AS telah melemahkan perjanjian gencatan senjata rapuh melalui tindakan blokade sepihak tersebut. Selat Hormuz merupakan urat nadi internasional vital bagi pasokan energi dunia.

“AS meningkatkan pengerahan militer dan melakukan blokade tertarget. Ini tindakan berbahaya serta tak bertanggung jawab,” ujar Guo dikutip Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Senin (20/04/2026).

Kegagalan Negosiasi Nuklir Iran

Gangguan di jalur pelayaran ini berakar dari konflik militer berlarut-larut antara Washington dan Teheran. Blokade sepihak AS muncul sebagai buntut kegagalan negosiasi nuklir di Pakistan.

AS mendesak Iran menghentikan total program nuklirnya, namun Iran bersikeras mempertahankan hak pengayaan uranium serta kendali penuh atas Selat Hormuz.

Konflik selama sebulan terakhir telah melibatkan serangan udara besar-besaran oleh AS dan Israel ke wilayah Iran.

Sebagai balasan, Iran membatasi ketat akses kapal berafiliasi dengan AS melewati jalur tersebut.

China memandang perdamaian kawasan Teluk harus segera pulih sebagai solusi fundamental atas krisis internasional sedang berlangsung.

Ancaman Krisis Energi Global

Beijing menyatakan kesiapan bekerja sama dengan negara lain guna menjaga kestabilan rantai pasok energi dunia. Namun, China menekankan bahwa stabilitas kawasan adalah kepentingan bersama komunitas global bukan hanya satu pihak.

Gangguan pada Selat Hormuz otomatis akan memicu lonjakan harga minyak mentah internasional membebani ekonomi rakyat.

Melalui rilis resmi Kemenlu, China mendesak seluruh pihak menghentikan konfrontasi militer sesegera mungkin. Beijing tetap konsisten pada posisi bahwa dialog diplomatik merupakan satu-satunya jalan keluar.

Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari komunitas internasional untuk mencegah eskalasi perang lebih luas di jantung energi dunia tersebut.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store