Roy Suryo dan Dokter Tifa Diduga Jadi Sandera Politik Jokowi dan Prabowo, dan Operatornya Dasco

Jurnalis: Joko Prasetyo
Kabar Baru, Jakarta – Pernyataan Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan, mengenai adanya sosok orang besar di balik penangguhan penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa terus memicu bola liar.
Berbeda dengan tudingan miring publik, Ketua Kagama Cirebon, Heru Subagia, justru memiliki analisis politik yang mengejutkan terkait polemik ini.
Heru meyakini bahwa keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk tidak menahan kedua tersangka tersebut bukan karena intervensi pihak luar.
Sebaliknya, langkah tersebut berpotensi besar lahir dari kehendak politik pihak Joko Widodo (Jokowi) sendiri.
“Saya tetap meyakini sebenarnya yang meminta untuk tidak ditahan adalah pihak Jokowi sendiri,” ujar Heru kepada media, Selasa (23/06/2026).
Menurut Heru, Ade Darmawan mungkin saja terjebak dalam pusaran permainan politik yang sedang Jokowi mainkan.
Strategi ini sengaja berjalan demi agenda politik yang jauh lebih besar di tingkat nasional.
Jokowi Gabung PSI dan Pecah Kongsi
Heru mengaitkan analisisnya dengan rumor pergerakan politik mantan Presiden RI tersebut belakangan ini.
Muncul kabar kuat bahwa Jokowi akan segera turun gunung kembali ke panggung politik nasional dengan merapat ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Beberapa informasi yang sudah beredar, ia sudah menyatakan masuk PSI secara resmi,” beber Heru.
Jika kabar tersebut terbukti benar, Heru menilai hal ini akan mengubah peta kekuatan politik tanah air secara drastis.
Langkah politik ini sekaligus mempertegas posisi hubungan Jokowi dengan Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto.
Bergabungnya Jokowi ke PSI, menurut pandangan Heru, menjadi sinyal kuat bahwa ia telah memilih jalan politiknya sendiri secara mandiri.
Hal ini sekaligus menandakan berakhirnya persekutuan politik erat antara kubu Jokowi dan Prabowo yang selama ini terlihat di publik.
Roy Suryo Jadi Sandera Dua Kubu
Lebih jauh, Heru menilai kasus hukum dugaan fitnah ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa kini sudah melenceng jauh dari substansi hukum murni.
Kedua tokoh tersebut kini telah berubah menjadi instrumen politik yang sarat akan kepentingan kelompok tertentu.
Di ranah media sosial dan diskusi publik, berkembang analisis tajam yang menyebut posisi Roy Suryo kini terjepit sebagai sandera politik di antara dua kekuatan besar, yakni kubu Prabowo dan kubu Jokowi.
Kasus ini diduga kuat menjadi alat tawar-menawar (bargaining) politik yang sangat dinamis antara penguasa lama dan penguasa baru.
Menariknya, spekulasi netizen dan pengamat di ruang publik mulai mengarah pada satu nama kuat di parlemen.
Muncul dugaan bahwa operator utama di balik layar yang mengatur ritme permainan politik dan penangguhan penahanan ini adalah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Figur Dasco dinilai memiliki posisi strategis untuk menjembatani sekaligus mengendalikan tensi antara kedua kubu tersebut.
Oleh karena itu, kebebasan bersyarat yang Roy Suryo dan Dokter Tifa terima saat ini bukan berarti kasus akan mereda atau segera tuntas.
Heru justru memprediksi tensi politik antar-kelompok akan semakin memanas dan liar ke depannya karena posisi politik yang saling mengancam.
Fokus utama publik kini bukan lagi soal pembuktian apakah ijazah Jokowi asli atau palsu di persidangan, melainkan sudah menjadi arena saling sandera dalam panggung politik kekuasaan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
