Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Rokok Ilegal Merek Papi Mami Beredar Luas di Madura, Nama Tokoh Lokal Terseret

Desain tanpa judul - 2026-03-30T205227.403
Ilustrasi rokok ilegal merek Papi-Mami saat beredar luas di tengah masyarakat (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Madura – Peredaran rokok ilegal kembali mengguncang Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan.

Rokok tanpa pita cukai merek Papi Mami kini membanjiri pasar tradisional hingga warung eceran dengan harga yang jauh di bawah standar produk resmi.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan Jurnalis Kabarbaru di Pamekasan, Madura, aktivitas produksi rokok ilegal tersebut diduga kuat berpusat di Desa Toronan.

Para pedagang mengaku rutin menerima suplai stok baru setiap pekan dalam jumlah besar.

Meski hadir dengan varian kemasan ungu dan kuning yang mencolok, produk ini melenggang bebas tanpa jaminan standar kesehatan dan legalitas cukai.

“Suplai selalu masuk, katanya kiriman dari Toronan,” ujar salah satu pedagang eceran yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Pengaruh Tokoh Lokal dan Pembiaran Aparat

Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya keterlibatan sosok berpengaruh di balik bisnis gelap ini.

Figur lokal tersebut disinyalir memiliki jaringan luas dan kedekatan dengan lingkaran masyarakat tertentu, sehingga membuat aparat penegak hukum terkesan ragu-ragu untuk bertindak.

Kondisi ini memicu tudingan adanya sistem perlindungan yang membuat gudang produksi di Desa Toronan tak tersentuh.

Aktivis muda Pamekasan, Mahbub, mengecam keras praktik ilegal yang terkesan dibiarkan ini. Ia menegaskan bahwa aparat harus berani menembus tembok pengaruh sosial agar hukum tidak tumpul ke atas.

“Kalau ada keterlibatan tokoh lokal dan dibiarkan, maka slogan ‘Gempur Rokok Ilegal’ hanya menjadi jargon kosong tanpa nyawa,” tegas Mahbub dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalis Kabarbaru di Madura, Senin (30/03/2026).

Wibawa Hukum Dipertaruhkan

Ironisnya, hingga berita ini turun, pihak Bea Cukai Madura belum memberikan klarifikasi resmi terkait maraknya merek Papi Mami.

Padahal, pemerintah setiap tahun menggelontorkan anggaran besar untuk program sosialisasi pemberantasan rokok ilegal.

Warga Toronan bahkan mulai bersikap sinis melihat kontrasnya spanduk peringatan dengan aktivitas gudang yang terus beroperasi secara terang-terangan.

Mahbub menambahkan bahwa pembiaran ini berdampak buruk pada tiga hal utama: kerugian pendapatan negara dari sektor cukai, risiko kesehatan masyarakat, serta hilangnya wibawa hukum di mata publik.

Masyarakat kini menanti keberanian aparat untuk menguak aktor intelektual di balik bisnis Papi Mami atau membiarkannya tetap menjadi rahasia umum yang kebal hukum.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store