Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Purwakarta Jadi Model Pengembangan Hunian Terjangkau Nasional

IMG_20260414_230358
Penandatanganan prasasti Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta oleh Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein meninjau proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) di Purwakarta, Selasa (14/4). Proyek ini dinilai sebagai salah satu terobosan dalam penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi program nasional pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah guna memperluas akses kepemilikan hunian, meningkatkan kualitas hidup, serta mendorong mobilitas sosial masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung konsep kawasan hunian yang mengedepankan keterjangkauan harga sekaligus kelengkapan infrastruktur. HWB Purwakarta menawarkan unit rumah satu kamar tidur mulai Rp98 juta dan dua kamar tidur mulai Rp115 juta, atau berada di bawah kisaran harga rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang umumnya di atas Rp160 juta.

Selain harga yang relatif rendah, skema pembiayaan juga dirancang ringan. Cicilan diperkirakan sekitar Rp500 ribu per bulan. Bahkan, untuk unit satu kamar tidur, tersedia program cicilan awal sekitar Rp170 ribu per bulan selama 15 bulan pertama.

Proyek ini mulai dikembangkan pada Juli 2025, dengan perizinan rampung pada Oktober 2025. Pemasaran resmi dimulai pada Maret 2026 melalui sistem pre-selling (indent). Hingga saat ini, penjualan telah mencapai lebih dari 1.500 unit.

Menteri PKP Maruarar Sirait menilai proyek tersebut sebagai langkah strategis dalam memperluas akses hunian. “Hunian berkualitas dengan harga terjangkau merupakan kunci untuk membuka kesempatan masyarakat memiliki rumah. Ini bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga menyangkut masa depan dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Purwakarta memiliki potensi besar sebagai contoh pengembangan kawasan hunian terpadu. “Pembangunan ini tidak hanya menghadirkan rumah, tetapi juga membangun kehidupan dan masa depan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap proyek tersebut. Menurutnya, proyek ini memberikan dampak langsung berupa penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta harapan baru bagi masyarakat.

Secara geografis, Purwakarta merupakan salah satu kawasan industri strategis di Jawa Barat. Letaknya yang berada di antara Jakarta dan Bandung serta didukung jaringan tol dan logistik menjadikan wilayah ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Tingginya aktivitas industri mendorong kebutuhan hunian yang dekat dengan kawasan kerja.

Proyek HWB Purwakarta memiliki nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun dan diproyeksikan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja pada pertengahan 2026. Sebagian besar material dan tenaga kerja berasal dari wilayah Jawa Barat, sehingga memberikan efek pengganda terhadap perekonomian daerah.

Pengembangan proyek ini melibatkan kolaborasi antara HWB Group, Lippo Cikarang, dan pengembang lokal Iwang Prejadi. Sinergi tersebut dinilai menjadi contoh pemberdayaan pengembang lokal dalam mendukung program perumahan nasional.

Perwakilan Lippo Cikarang, Ketut Wijaya, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kerja sama antara pengembang besar dan lokal dapat menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, pengembang Iwang Prejadi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan mitra kerja. Ia menilai proyek ini menjadi kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.

Antusiasme masyarakat terhadap proyek ini juga cukup tinggi. Salah satu calon pembeli, Ina Tiya, mengaku terbantu dengan harga dan skema cicilan yang ditawarkan. Hal serupa disampaikan Sunarsih, yang menilai hunian tersebut sesuai dengan kebutuhan keluarga muda.

Bagi pelaku usaha kecil, Talita Yulia Fadila, kepemilikan rumah tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi untuk meningkatkan taraf hidup di masa depan. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store